Kamis, 19 September 2019
Serba-Serbi

Merawat Piringan Hitam Merawat Harta Karun Musik Indonesia

Merawat Piringan Hitam Merawat Harta Karun Musik Indonesia Mencuci piringan hitam, merawat musik Indonesia bersama Museum Musik Indonesia. (Foto : Tria Adha/TIMES Indonesia).
Merawat Piringan Hitam Merawat Harta Karun Musik Indonesia Mencuci piringan hitam, merawat musik Indonesia bersama Museum Musik Indonesia. (Foto : Tria Adha/TIMES Indonesia).
Merawat Piringan Hitam Merawat Harta Karun Musik Indonesia Mencuci piringan hitam, merawat musik Indonesia bersama Museum Musik Indonesia. (Foto : Tria Adha/TIMES Indonesia).
Merawat Piringan Hitam Merawat Harta Karun Musik Indonesia Mencuci piringan hitam, merawat musik Indonesia bersama Museum Musik Indonesia. (Foto : Tria Adha/TIMES Indonesia).
Sabtu, 27 April 2019 - 12:58

TIMESINDONESIA, MALANG Museum Musik Indonesia menggelar tradisi mencuci piringan hitam di markas mereka di Jalan Nusakambangan Kota Malang, 21 April 2019 kemarin.

Bertepatan dengan Hari Kartini pihak perempuan dan ibu-ibu lah yang diberikan kepercayaan untuk mencuci dan merawat piringan-piringan vinyl tersebut. 

Dengan hati-hati mereka menyeka satu persatu piringan itu dengan air, membasuh dengan sabun, membilasnya, dan mengeringkannya dengan kain halus.

Beberapa piringan hitam karya musisi perempuan yang termasuk dalam perawatan itu antara lain adalah Diana Nasution dari Sumatera Utara, Elly Kasim (Sumatera Barat), Elvy Sukaesih (Jakarta), Ully Sigar Rusady (Jawa Barat), Waldjinah (Jawa Tengah), Dara Puspita, Ervinna, Arie Koesmiran (Jawa Timur), Titiek Puspa (Kalimantan Selatan), Tari Pendet (Bali), Ingrid Fernandez (NTT) dan Pattie Bersaudara (Maluku).

Merawat piringan hitam wajib dilakukan agar kualitas musik dalam kepingan itu tetap terjaga dan tidak rusak. Sebab piringan hitam yang menyimpan audio musik lawas Indonesia adalah harta yang tak ternilai sehingga perlu dilestarikan. 

Piringan hitam koleksi Museum Musik Indonesia ini memang barang antik. Piringan macam ini sudah tidak ada lagi pabriknya di Indonesia. Sedangkan produksi terakhir adalah tahun 1985. (*)

Fotografer : Tria Adha
Editor :
Publisher : Tria Adha

Komentar

Registration