Rabu, 26 September 2018
Cerita

Candi Arimbi, Pintu Selatan Majapahit

Candi Arimbi, Pintu Selatan Majapahit Situs Candi Arimbi yang terletak di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Jombang (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Candi Arimbi, Pintu Selatan Majapahit Pecahan Arca berwajah Batara Kala yang ada di area situs Candi Arimbi yang terletak di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Jombang (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Candi Arimbi, Pintu Selatan Majapahit Pengunjung melihat situs Candi Arimbi saat berlibur diakhir pekan, yang terletak di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Jombang (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Candi Arimbi, Pintu Selatan Majapahit Pengunjung melihat relief yang ada pada dinding situs Candi Arimbi, yang terletak di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Jombang (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Candi Arimbi, Pintu Selatan Majapahit Batuan-batuan andesit bagian dari candi Arimbi yang runtuh dan tertata rapi di area Candi. (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indoinesia)
Senin, 10 September 2018 - 10:54

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Ada banyak sisa kejayaan kerajaan Majapahit yang masih bisa dilihat secara langsung.

Salah satunya adalah Candi Arimbi. Terletak di Dusun Ngrimbi, Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Jombang, candi ini sangat mudah ditemukan. Lokasinya tepat di pinggir jalan raya Mojoagung-Wonosalam di kawasan kaki Gunung Anjasmoro.

Reruntuhan candi ini ditemukan pada akhir abad 19 oleh Alfred Wallace. Saat dia melakukan perjalanannya ke Wonosalam untuk mengumpulkan contoh-contoh tumbuhan.

Bangunan candi yang menempati areal seluas 896.56 meter persegi ini memiliki ukuran panjang 13,24 meter, lebar 9,10 meter, dan tinggi 12 meter.

Candi Arimbi adalah candi Syiwa. Cirinya adalah ditemukannya arca Dewi Parwati (isteri Dewa Siwa). Arca tersebut ditemukan di reruntuhan ruang utama candi yang sekarang disimpan di Museum Nasional Jakarta. Arca Parwati ini representasi perwujudan Tribhuwana Tunggadewi, ratu yang memerintah Kerajaan Majapahit pada 1328-1350 M.

Candi yang diperkirakan dibangun pada pertengahan abad ke-14 ini dianggap sebagai pintu gerbang masuk kerajaan Majapahit dari sisi selatan.

 

Fotografer : Adhitya Hendra
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Tria Adha

Komentar

Registration