Serba-Serbi

Industri Rumahan Papan Catur yang Mulai Redup

Industri Rumahan Papan Catur yang Mulai Redup Perajin membuat pola pada kayu balok untuk dijadikan biji catur di industri rumahan, Desa Sentul, Purwodadi, Pasuruan (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Industri Rumahan Papan Catur yang Mulai Redup Perajin membuat pola pada kayu balok untuk dijadikan biji catur di industri rumahan, Desa Sentul, Purwodadi, Pasuruan (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Industri Rumahan Papan Catur yang Mulai Redup Perajin membuat pola pada kayu balok untuk dijadikan biji catur di industri rumahan, Desa Sentul, Purwodadi, Pasuruan (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Industri Rumahan Papan Catur yang Mulai Redup Perajin membuat pola pada kayu balok untuk dijadikan biji catur di industri rumahan, Desa Sentul, Purwodadi, Pasuruan (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Industri Rumahan Papan Catur yang Mulai Redup Biji catur yang berwarna hitam dari bahan dasar kayu Gadung yang sudah setengah jadi di industri rumahan, Desa Sentul, Purwodadi, Pasuruan (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Industri Rumahan Papan Catur yang Mulai Redup Perajin menunjukan biji catur yang sudah siap jual di industri rumahan, Desa Sentul, Purwodadi, Pasuruan (FOTO: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Jum'at, 10 Agustus 2018 - 01:02

TIMESINDONESIA, PASURUAN – Sejak tahun 1974, di desa Sentul, sebuah desa kecil di Purwodadi, Pasuruan sudah ada industri rumahan papan catur yang memasok produk papan catur dari kayu beserta biji caturnya ke kota Malang, Surabaya dan sekitarnya. 
Awalnya almarhum Sugeng Prayitno, merintis usaha ini untuk menghidupi keluarganya saat itu. Usahanya berkembang dan kini diteruskan oleh istri dan anaknya.
Menurut Reni Aini, usaha yang dirintis ayahnya ini dalam seminggu mampu membuat 25 set papan catur beserta biji caturnya.
Namun, dengan langkanya kayu Sengon dan kayu Gadung yang jadi bahan dasar produknya, membuat produktifitas usaha rumahan mulai terhambat.
Hanya terobosan-terobosan  inovatif dari keluarga ini  yang akan bisa menyelamatkan industri rumahan yang sudah eksis sejak tahun 1974 ini.

Fotografer : Adhitya Hendra
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Tria Adha

Komentar

Registration