Rabu, 19 September 2018
Serba-Serbi

Ketika Mural Menangkap Isu Lingkungan 

Ketika Mural Menangkap Isu Lingkungan  Mural yang berada di dinding di kawasan JL.Sunan Kalijogo, kota Malang (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Ketika Mural Menangkap Isu Lingkungan  Warga melintas di samping pohon yang telah ditebang di Jl.Karanglo, Kabupaten Malang. (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Ketika Mural Menangkap Isu Lingkungan  Mural yang berada di dinding di kawasan JL.Sunan Kalijogo, kota Malang (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Ketika Mural Menangkap Isu Lingkungan  Warga melintas di jalan desa kawasan Bromo yang tergerus diakibatkan tanah longsor, Kabupaten Pasuruan. (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Ketika Mural Menangkap Isu Lingkungan  Bekas potongan pohon yang ada dikawasan di Jl.Karanglo, Kabupaten Malang. (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Ketika Mural Menangkap Isu Lingkungan  Sejumlah warga melintasi banjir untuk mengungsi, dari area terdampak banjir, di desa Kalirejo, Kabupaten Pasuruan (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Ketika Mural Menangkap Isu Lingkungan  Mural yang berada di dinding di kawasan JL.Sunan Kalijogo, kota Malang (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Ketika Mural Menangkap Isu Lingkungan  Warga melintas disamping akar pohon yang keluar dari tanah, di kelurahan Sisir, kota Batu (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Ketika Mural Menangkap Isu Lingkungan  Mural yang berada di dinding di kawasan JL.Sunan Kalijogo, kota Malang (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Rabu, 11 Juli 2018 - 23:55

TIMESINDONESIA, MALANG – Mural sering kita lihat di dinding di pinggir jalan atau trotoar. Bahkan, sering ditemui di dinding rumah atau bangunan yang sudah tidak terpakai atau tidak berpenghuni.

Mural sering dijadikan media untuk mengungkapkan atau mengkritisi masalah sosial dan lingkungan di sekitarnya. Dalam visualisasinya, mural sering menampilkan coretan kuas yang menggelitik bahkan cenderung esksentrik.

Seperti rangkaian dialog foto di atas, mural yang mengusung isu lingkungan itu ingin menyampaikan pesan penting: hilangnya pohon, berarti hilangnya harmoni atau keseimbangan di muka bumi ini.

Penebangan pohon yang tidak terukur dan bahkan terkesan sembarangan, justru akan kembali "menebang" keseimbangan alam. Tanah longsor, banjir, suhu meningkat atau apapun bentuk bergejolaknya alam adalah ulah manusia sendiri yang mengesampingkan kehidupan yang berdampingan dengan alam, termasuk pohon.

Fotografer : Adhitya Hendra
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Tria Adha

Komentar

Registration