Senin, 17 Desember 2018
Serba-Serbi

Pengerajin Gerabah Betek

Pengerajin Gerabah Betek Pengerajin gerabah membentuk tanah liat untuk menjadi vas bunga.
Pengerajin Gerabah Betek Pengerajin menyelesaikan pengerjaan gerabah berbentuk kura-kura.
Pengerajin Gerabah Betek Pengerajin menunjukan contoh pola pesanan gerabah yang akan dipesan pelanggan.
Pengerajin Gerabah Betek Perajin menyelesaikan pembuatan gerabah di rumah produksi gerabah Betek, kota Malang
Pengerajin Gerabah Betek Perajin menyelesaikan proses finising untuk produk gerabah tempat pensil.
Pengerajin Gerabah Betek Perajin menyelesaikan proses finising pengecatan untuk produk gerabah mini vas bunga.
Jum'at, 09 Maret 2018 - 19:04

TIMESINDONESIA, MALANG – Suhartoko, adalah perajin gerabah di lingkungan Betek, Kelurahan Penangungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.

Pria berusia 63 tahun ini tidak sendirian. Ada 15 Kepala Keluarga di RW 5 dan RW 6 yang juga menjadi perajin gerabah.

Ketua Paguyuban Pengerajin Gerabah Betek ini menjelaskan, usaha kerajinan gerabah tersebut sudah ada sejak sebelum zaman kolonial Belanda. Suhartoko adalah generasi ke tiga.

Kerajinan gerabah tersebut menggunakan bahan dasar tanah liat yang diambil dari daerah Wagir, Kabupaten Malang.

Dalam sehari Suhartoko dapat menyelesaikan 300-500 buah gerabah untuk souvenir pernikahan. Untuk harga jual dipatok dengan harga mulai Rp.1000 sampai Rp 1 juta, tergantung ukuran, model dan bentuk.

Hasil kerajinan gerabah tersebut sudah dipasarkan hingga seluruh kota yang ada di Jawa Timur dan beberapa kota di luar Jawa Timur. (*)
 

Fotografer : Adhitya Hendra
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Adhitya Hendra

Komentar

Registration