Senin, 17 Desember 2018
Cerita

Dupa yang Harum hingga Pulau Dewata

Dupa yang Harum hingga Pulau Dewata Kuswanto berada di belakang rumah, saat menunjukan dupa buatanya, di Dusun Bedali, Desa Bedali Sodo, Kecamatn Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Dupa yang Harum hingga Pulau Dewata Perajin menjemur dupa yang baru diproduksi, di Dusun Bedali, Desa Bedali Sodo, Kecamatn Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Dupa yang Harum hingga Pulau Dewata Perajin mengankat dupa yang sudah kering setelah dijemur, di Dusun Bedali, Desa Bedali Sodo, Kecamatn Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Dupa yang Harum hingga Pulau Dewata Perajin memproduksi dupa dengan alat otomatis, di Dusun Bedali, Desa Bedali Sodo, Kecamatn Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Dupa yang Harum hingga Pulau Dewata Perajin menata dupa yang sudah dikeringkan, di Dusun Bedali, Desa Bedali Sodo, Kecamatn Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Dupa yang Harum hingga Pulau Dewata Perajin menata dupa yang sudah dikeringkan, di Dusun Bedali, Desa Bedali Sodo, Kecamatn Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Dupa yang Harum hingga Pulau Dewata Bentuk dan warna dupa yang baru diproduksi, di Dusun Bedali, Desa Bedali Sodo, Kecamatn Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Dupa yang Harum hingga Pulau Dewata Perajin menulis pesan dupa untuk pelanggan, yang baru diproduksi, di Dusun Bedali, Desa Bedali Sodo, Kecamatn Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Dupa yang Harum hingga Pulau Dewata Kuswanto menunjukan foto masa lalunya, saat berjualan dupa, di Dusun Bedali, Desa Bedali Sodo, Kecamatn Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (FOTO : Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
Jum'at, 02 Februari 2018 - 21:57

TIMESINDONESIA, MALANG – Kusnan, pengerajin dupa yang merintis usahanya sejak 1982 silam, awalnya hanya memproduksi untuk dijual secara keliling, memikul dupa buatannya. Kini, usaha Kusnan itu sudah dilanjutkan oleh anaknya, Adi Tiswoyo.

Kusnan dan anaknya Adi Tiswoyo tinggal di Dusun Bedali, Desa Bedali Sodo, Kecamatn Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kini, dupa buatan Kusnan dan dilanjutkan anaknya itu sudah ‘harum’ hingga ke pulau dewata Bali. Saat ini sudah mampu memproduksi dalam setiap harinya sebanyak 400 batang dupa.

Jika momentum hari Raya Imlek, perharinya bisa memproduksi hingga 700 batang dupa. Dupa karya Kusnan itu diproduksi menggunakan serbuk Jati.

Untuk harga jualnya  di pasaran, jika hari biasa dijual seharga Rp 20 ribu perkilogram dan jelang Hari Raya Imlek dibanderol Rp 25 ribu perkilogram.

Adapun jenis dupa yang diproduksi beraneka warna. Ada yang berukuran panjang 32 sentimeter. Ada juga yang mencapai 39 sentimeter. Dupa yang panjang, biasanya dipakai untuk berdoa. Sedangkan untuk ukuran 28 sentimeter hanya beraroma saja.

Bisnis Dupa yang kini dikelola oleh Adi Tiswoyo tidak hanya beredar di Malang. Namun, sudah terjual bebas di Bali, Jakarta, Sikawang, dan Pemantangsiantar.(*)

Fotografer : Adhitya Hendra
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Adhitya Hendra

Komentar

Registration