Senin, 26 Februari 2018
Peristiwa

Menyapa Para Dewa di Klenteng Eng An Kiong

Menyapa Para Dewa di Klenteng Eng An Kiong Klenteng Eng An Kiong yang berada di Kota Malang, Jawa Timur. (Foto: Senda Hardika /TIMES Indonesia)
Menyapa Para Dewa di Klenteng Eng An Kiong Salah satu pengurus Klenteng Eng An Kiong, sedang membagikan dupa untuk para umat Khonghucu yang hendak melakukan sembahyang penyambutan para dewa dari langit. (Foto: Senda Hardika /TIMES Indonesia)
Menyapa Para Dewa di Klenteng Eng An Kiong Umat Khonghucu sedang sembahyang penyambutan dewa dari langit di Klenteng Eng An Kiong, Malang, Jawa Timur, (3/1/2017). (Foto: Senda Hardika /TIMES Indonesia)
Menyapa Para Dewa di Klenteng Eng An Kiong Umat Khonghucu sedang sembahyang penyambutan dewa dari langit di Klenteng Eng An Kiong, Malang, Jawa Timur, (3/1/2017). (Foto: Senda Hardika /TIMES Indonesia)
Menyapa Para Dewa di Klenteng Eng An Kiong Dalam tradisi ajarannya, para dewa kembali ke bumi untuk memulai lagi tugasnya masing-masing usai memberi laporan tahunan kepada dewa Langit. (Foto: Senda Hardika /TIMES Indonesia)
Menyapa Para Dewa di Klenteng Eng An Kiong Khususunya di Kota Malang, umat Khonghucu menggelar tradisi tersebut di Klenteng Eng An Kiong, Malang, Jawa Timur, selasa (31/2/2017). (Foto: Senda Hardika /TIMES Indonesia)
Menyapa Para Dewa di Klenteng Eng An Kiong Sembahyang penyambutan dewa dari langit tersebut dilakukan pada tanggal 4 bulan 1 (penanggalan tionghoa). (Foto: Senda Hardika /TIMES Indonesia)
Jum'at, 03 Februari 2017 - 18:15

TIMESINDONESIA, MALANG – Menginjak pada tanggal 4 bulan 1 (penganggalan imlek) Usai imlek atau ritual perayaan tahun baru yang pada tahun ini bertepatan dengan simbol ayam emas, (28/1/2017), umat Khonghucu di berbagai daerah melakukan sembahyang penyambutan para dewa kembali ke bumi. 

Khususunya di Kota Malang, umat Khonghucu menggelar tradisi tersebut di Klenteng Eng An Kiong, Malang, Jawa Timur, selasa (31/2/2017). Dalam tradisi ajarannya, para dewa ke bumi untuk memulai lagi tugasnya masing-masing usai memberi laporan tahunan kepada dewa Langit. (*)

Fotografer : Senda Hardika Prasasti
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Tria .A

Komentar

Registration