Peristiwa - Daerah

Kongres Gerakan Beli Indonesia Strategi Ketahanan Ekonomi Global

Kongres Gerakan Beli Indonesia Strategi Ketahanan Ekonomi Global Talkshow Gerakan Beli Indonesia di DBL Surabaya, Sabtu (9/11/2019). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Sabtu, 09 November 2019 - 23:07

TIMESINDONESIA, SURABAYAGerakan Beli Indonesia menggelar kongres di Surabaya. Acara dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Gerakan ini dicetuskan pertama kali di Semarang pada 22 Februari 2011 sebagai upaya membangun karakter bangsa. Melalui Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia (pertama) yang diselenggarakan di Solo, gerakan dideklarasikan secara resmi oleh hampir 10.000 pengusaha dan 50.000 peserta kirab Beli Indonesia.

Gerakan-Beli-Indonesia-2.jpg

Pemimpin Gerakan Beli Indonesia Heppy Trenggono, menuturkan selama delapan tahun sejak 2011, Gerakan Beli Indonesia terus dilakukan secara masif dan terukur di daerah-daerah.

Sasaran utamanya adalah menerapkan spirit gerakan ini pada komunitas dan wilayah lebih kecil seperti kalangan pesantren, ormas, kampus, dan wilayah kabupaten serta kota.

Gerakan Beli Indonesia juga mengirimkan duta ke Unesco dalam event Youth Peace Ambassador dengan judul presentasi 'Beli Indonesia the 3rd Country Strategy Facing Globalization'. "Hingga saat ini Gerakan Beli Indonesia telah dideklarasikan di 19 kabupaten/kota," terang Heppy, saat membuka acara di DBL Surabaya, Sabtu (9/11/2019).

Gerakan-Beli-Indonesia-3.jpg

Salah satu portfolio Gerakan Beli Indonesia yang cukup dikenal masyarakat adalah Gerakan Beli Kulonprogo pada 2012 dan dipimpin langsung oleh bupati setempat, dr Hasto Wardoyo. "Gerakan ini berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar delapan persen dalam waktu tiga tahun," jelasnya.

Dari keberhasilan tersebut berdampak pada pertumbuhan UMKM, tercipta stabilitas harga hasil pertanian, dan lahirnya produk-produk Kulonprogo termasuk batik asli Geblek Renteng.

"Beberapa kabupaten dan kota yang menerapkan gerakan ini telah menumbuhsuburkan minat kewirausahaan pada pemuda dan mendorong lahirnya produk-produk lokal," papar Heppy saat diskusi bertajuk 'Gerakan Beli Indonesia Sebagai Strategi Nasional Ketahanan Ekonomi dari Krisis Global'.

Gerakan-Beli-Indonesia-4.jpg

Gerakan Beli Indonesia sendiri memiliki tiga doktrin. Antara lain membeli produk Indonesia yaitu produk yang dibuat dan dimiliki oleh orang Indonesia, membela Bangsa Indonesia, dan menghidupkan persaudaraan.

Tiga siklus tersebut bisa menjadi satu kunci kekuatan dan kekokohan Bangsa Indonesia. "Setiap bangsa memiliki tantangan tersendiri termasuk dalam kompetisi dagang global. Dengan pembangunan karakter maka diharapkan mampu bersaing dengan negara lain," tandasnya.

Hal ini tidak terlepas dari potensi Indonesia sebagai pasar yang sangat besar dengan total 265 juta jiwa. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan mampu menyerap produk dalam negeri. "Gerakan Beli Indonesia sekaligus menjadi gerakan dakwah dengan membeli produk negara sendiri," pungkasnya. 

Gerakan Beli Indonesia di Surabaya dibuka mulai 8-10 November 2019. (*)

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Surabaya

Komentar

Registration