Selasa, 12 November 2019
Peristiwa - Daerah

TMMD 106 Kodim 0703 Cilacap Beri Kenangan Manis untuk Warga Desa Cilibang

TMMD 106 Kodim 0703 Cilacap Beri Kenangan Manis untuk Warga Desa Cilibang Destinasi Wisata Pemancingan Kramacenil yang Indah
Sabtu, 09 November 2019 - 21:07

TIMESINDONESIA, CILACAP – Program TNI Manunggal Membangun Desa Reguler ke-106 (TMMD 106) Tahun Anggaran 2019 di wilayah Kodim 0703 Cilacap memberikan kenangan manis tersendiri kepada warga Desa Cilibang, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap.

TMMD di Desa Cilibang ini dinilai dapat memberikan dampak yang positif bagi warga desa baik dalam peningkatan ekonomi masyarakat desa, pemerataan pembangunan serta meningkatkan kecerdasan generasi muda dalam menghadapi era digital.

TMMD-Kodim-Cilacap.jpg

“Mayoritas warga desa ini adalah petani dan buruh tani serta penderes kelapa maupun karet, karena banyak kita lihat sekarang ini pohon kelapa dan pohon karet yang dapat kita jumpai di setiap lahan perkebunan. Tentu tidak hanya itu saja, mereka juga sebagian besar sebagai peternak dan pedagang,” kata Kepala Desa Cilibang Purnomo Edy, Kamis (7/11/19) lalu.

Purnomo juga mengungkapkan, upaya TMMD 106 untuk memanfaatkan sungai yang ada di dusun Kramacenil sebagai destinasi wisata pemancingan, merupakan terobosan baru bagi peningkatan pendapatan desa serta mengurangi pengangguran.

Dia meyakini bahwa dengan dibangunnya wisata pemancingan yang sudah digunakan ini, nantinya ke depan dapat mengubah perekonomian warganya.

TMMD-Kodim-Cilacap-2.jpg

“Kita sudah mendapatkan manfaatnya setelah destinasi wisata pemancingan ini digunakan, karena setiap hari tempat tersebut tidak sepi dari para pemancing yang mungkin semula dari wilayah Desa ini. Namun kita punya rencana ke depan, nantinya obyek wisata pemancingan ini akan tetap terus dipertahankan keasliannya sehingga tidak mengubah dari manfaat sungai itu sendiri dan tidak mengubah bentuk. Hanya nanti kita lebih percantik pada usai TMMD 106 ini,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Cilacap, Drs. Heroe Harjanto, M.M. menyambut postif pembangunan obyek wisata pemancingan Kramacenil ini.

“Saya kira dengan pembuatan destinasi wisata pemancingan ini sangat menarik dan juga bisa dapat dicontoh oleh desa yang lain. Selain melestarikan populasi hunian air sungai, juga bisa sebagai obyek wisata yang mengasyikkan. Tentu ini juga tidak melanggar karena dengan merawat sungai tentu keberadaan sungai akan tetap terjaga dari sampah dan menjadi bersih,” katanya.

Di tempat terpisah, Komandan Distrik Militer 0703 Cilacap, Wahyo Yuniartoto, S.E., M.Tr.(Han) mengakui bahwa pelaksanaan pembuatan obyek wisata pemancingan merupakan gagasannya pada saat ia pertama kali mengunjungi lokasi program TMMD di Desa Cilibang.

TMMD-Kodim-Cilacap-3.jpg

Saat melihat potensi sungai Kramacenil dengan latar belakang pemandangan pepohonan yang indah ini, dia berniat untuk mengubahnya menjadi tempat obyek wisata pemancingan.

“Semula saat saya pertama kali melihat sungai ini begitu indah, namun masih banyak hal-hal yang perlu untuk dikembangkan agar menjadi daya tarik tersendiri. Bagaimana mengubah sungai ini menjadi bagus dan indah, sehingga dapat sebagai tempat obyek wisata pemancingan sekaligus tempat rekreasi. Oleh karena itu dalam pelaksanaan program TMMD saya lakukan untuk menyulap sungai Kramacenil yang ada di Dusun Kaligintung ini untuk dijadikan tempat wisata,” kata Wahyo Yuniartoto saat dihubungi via selulernya, Jumat (8/11/19).

Wahyo juga berterima kasih kepada warga desa Cilibang yang selama ini ikut serta membantu mewujudkan destinasi wisata pemancingan tersebut. Ia meyakini TNI tanpa rakyat, TNI tidak akan ada artinya.

Menurut Wahyo, pembangunan destinasi wisata pemancingan ini semata-mata hanya untuk kepentingan warga desa. Dengan dibangunnya destinasi wisata ini, perekonomian Desa Cilibang serta pendapatan hasil bumi diharapkan akan semakin meningkat.

"Selain pembuatan destinasi wisata pemancingan, juga pembangunan jalan penghubung yang menghubungkan Dusun Kalirau dengan Kaligintung, di mana jalan tersebut merupakan jalan usaha tani yang semula pada saat turun hujan kendaraan bermotor maupun mobil sangat susah untuk melewati jalan tersebut, karena keadaan jalan yang berliku serta naik turun dan belum diaspal pasti menjadi kendala bagi yang melewatinya,” ungkapnya.

Salah seorang pedagang makanan dan alat pemancingan di destinasi wisata ini, Mbah Surip berterimakasih dengan Satgas TMMD yang membangun tempat wisata pemancingan di sungai tersebut. Ramainya pengunjung saat ini, membuat warungnya ikut ramai juga.

“Sangat bersyukur sekali dan berterimakasih kepada Pak Tentara yang telah  memberikan nafas bagi kami dalam meningkatkan ekonomi desa kami ini," katanya.

Mbah Surip juga merasakan manfaat pembangunan jalan penghubung dan destinasi wisata ini. "Akan mempermudah transportasi dalam mengangkut hasil pertanian. Baik warga Dusun Kaligintung maupun Dusun Kalirau untuk dijual ke pasar. Saat ini, sungai yang selama ini sepi, kini sudah berdiri beberapa warung karena tidak sepi dari pengunjung yang ingin menikmati pemandangan serta melakukan pemancingan,” katanya.

Sekadar diketahui, TMMD 106 di Desa Cilibang berlangsung mulai 2 Oktober sampai dengan tanggal 31 Oktober 2019.

Satgas TMMD di Desa Cilibang telah melakukan kegiatan fisik berupa pembuatan jalan penghubung antara Dusun Kalirau dengan Dusun Kaligintung. Jalan ini merupakan jalan usaha tani dengan panjang 450 meter dengan lebar 2 meter.

Disamping itu, Satgas juga melakukan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni sebanyak 20 unit serta program tambahan pembuatan destinasi wisata pemancingan Kramacenil. serta sejumlah kegiatan non fisik yang ini dikerjakan dengan bersama warga setempat.

Desa yang jadi sasaran program TMMD 106 Kodim 0703 Cilacap ini secara geografis memiliki luas wilayah 365,8 hektare. Daerah ini berbatasan dengan Desa Jambusari di sebelah utara, di selatan dengan Desa Jeruklegi Wetan dan Jeruklegi Kulon, timur dengan Perhutani. Sedangkan di barat berbatsan dengan Desa Prapagan dan Jeruklegi Kulon. Adapun jumlah penduduk Desa Cilibang sebanyak 2.695 jiwa (1.385 laki-laki dan 1.310 perempuan), dari 816 KK. (*)

Jurnalis : Joko Wiyono
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration