Peristiwa - Daerah

Warga Kota Madiun Berebut Gunungan di Puncak Grebeg Maulud

Warga Kota Madiun Berebut Gunungan di Puncak Grebeg Maulud Wali Kota Madiun H. Maidi bersama warga saat puncak Grebeg Maulud. (Foto: Humas Pemkot Madiun)
Sabtu, 09 November 2019 - 17:08

TIMESINDONESIA, MADIUN – Puncak acara peringatan Grebeg Maulud dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW 1441 H di Kota Madiun, Jawa Timur diisi dengan kirab gunungan, 'Jaler' (laki-laki) dan 'Estri'(perempuan).

Dalam sambutannya Wali Kota Madiun H. Maidi merasa senang tradisi ini dapat terus dilaksanakan. Namun juga kecewa dengan kemasan acara yang dinilai semrawut bahkan tidak menghadirkan penonton atau warga dalam jumlah besar.

Grebeg-Maukud-Madiun-2.jpg

Jika tahun-tahun sebelumnya kirab gunungan Jaler dan Estri di Alun-Alun dipadati ribuan masyarakat, tahun ini justru sepi penonton. Ini dibuktikan dengan sedikitnya masyarakat yang ikut berebut gunungan jaler dan estri pasca gunungan dilakukan dikirab dan didoakan. Padahal sebelumnya pemkot telah mengklaim tradisi kirab ini telah menjadi ikon wisata budaya tahunan di Kota Madiun.

Menurut Maidi, sepinya penonton yang menyaksikan kirab dua gunungan lebih dikarenakan padatnya agenda kegiatan di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) sehingga perencanaannya kurang matang. Kedepan, hal ini akan menjadi bahan evaluasi Pemkot Madiun.

"Saking sibuknya Disbudparpora karena banyak kegiatan. Terlebih juga habis kegiatan hari santri, jadi padatnya kegiatan dan kurangnya pembagian SDM" katanya.

Disamping itu, Maidi uga menyayangkan publikasi yang menyebar ke masyarakat menunjukkan bahwa kirab dimulai dari Masjid Kuncen. Tetapi saat hari H, kirab mengambil rute dari Masjid Kuno Taman menuju Alun-Alun Kota Madiun. Ada pun, Gunungan Jaler berisi sayuran hasil bumi mentah, sedangkan gunungan Estri berisi jajanan olahan.

"Kedepan saya inginkan semua kegiatan dibuatkan rundown. Artinya mulai kesiapan tim anggaran kemudian pemaparan schedule kegiatannya apa saja, melibatkan siapa saja, publikasinya seperti apa itu harus jelas" ujarnya.

Grebeg-Maukud-Madiun-3.jpg

Menindaklanjuti hal itu, Maidi nenegaskan jika pihaknya akan membuat kebijakan bahwa mulai tahun depan kegiatan semua OPD selama satu tahun dalam program kegiatan akan dijadikan satu dengan kegiatan pemkot. Ia juga ingin melihat target yang ingin dicapai masing-masing OPD untuk sebagai implementasi program Panca Karya.

"Akhir tahun ini akan kita ploting untuk kegiatan setahun kedepan. Jadi semua OPD wajib setor jadwal kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan selama satu tahun nanti" imbuhnya.

Sementara salah satu warga, Agus Prasetyo mengaku hampir setiap tahun menyaksikan kirab gunungan Grebeg Maulud. Ia ikut berebut gunungan karena menurutnya, kedua gunungan itu membawa keberkahan. "Sering ikut, ya semoga ini dapat membawa berkah" ujarnya.

Seperti diketahui, sebelum puncak peringatan Grebeg Maulud yakni kirab gunungan jaler dan estri.

Sebelumnya Pemkot Madiun juga ada beberapa kegiatan yang lain dalam memperingati  memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW, diantaranya lomba gembrung yang dilaksanakan di Masjid Kuncen pada 6 November, dilanjutkan esoknya Madiun Bersholawat di Taman Bantaran Madiun kemudian pada 8 November diadakan geguritan dan dongeng di Masjid Kuncen. (*)

Jurnalis : Ito Wahyu Utomo (MG-204)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Madiun

Komentar

Registration