Jum'at, 15 November 2019
Peristiwa - Daerah

Singgah di Banyuwangi, KRI Bima Suci Jadi Lokasi Wisata Dadakan

Singgah di Banyuwangi, KRI Bima Suci Jadi Lokasi Wisata Dadakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci singgah di Banyuwangi. (Foto: Agung Sedana/ TIMES Indonesia)
Sabtu, 09 November 2019 - 14:44

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Singgah di pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur,  KRI Bima Suci jadi destinasi wisata dadakan berfoto selfie. Sebuah momentum langka bagi masyarakat untuk bisa menaiki dan mendokumentasi diri dari atas apungan besi diplomator Republik Indonesia ini.

Sejak pagi, nampak lautan manusia sudah memadati wilayah pelabuhan ini. Kawula muda, pelajar, hingga para orang tua ikut mengantre untuk bisa melihat dan merasakan berada di atas Bima Suci ini.

"Persinggahan ini memang tidak direncanakan sebelumnya, namun karena pesona Banyuwangi yang indah dan bagus, akhirnya perjalanan ini diberhentikan di sini," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas kepada TIMES Indonesia, Sabtu (9/11/2019).

KRI-Bima-Suci-b.jpg

Menurutnya, momentum ini merupakan kesempatan untuk mengenalkan keindaham Banyuwangi keseluruh penjuru negeri.

Di atas KRI, Bupati Banyuwangi ini juga memuji kehebatan para pelaut muda yang telah mengarungi sejumlah negara dalam sebuah misi diplomasi. Meninggalkan keluarga, bertahan terombang-ambing di atas samudera selama berbulan-bulan demi menjalankan tugas mulia untuk perdamaian dunia.

"Saya mengapresiasi luar biasa kepada para pelaut ini. Para taruna kita, mengabdikan diri kepada negara. Diplomasi maritim ini sangat bagus, dimana bisa mempromosikan destinasi pariwisata. Salah satunya Banyuwangi," katanya.

Disisi lain, Komandan KRI Bima Suci, Letkol Laut (P) Waluyo mengaku senang dengan antusias masyarakat Banyuwangi menyambut kedatangan KRI dengan meriah. Selain memiliki keindahan yang sungguh mempesona, rupa-rupanya Kabupaten berjuluk Negeri Festival ini juga memiliki kearifan lokal luar biasa.

"Terimakasih kepada Bupati dan masyarakat Banyuwangi atas antusiasme dan sambutannya yang luar biasa," katanya.

KRI-Bima-Suci-c.jpg

KRI ini, kata Letkol Waluyo, bersama 211 orang awak kapal telah mengarungi lautan selama berbulan-bulan dalam melaksanakan misi duta bangsa ke 9 negara. Yakni, Filipina, Jepang, Korea. Kemudian, Cina, Brunei Darussalam, Thailand, Malaysia, Myanmar, dan Australia.

Dirinya sengaja memilih Banyuwangi, karena menurutnya perkembangan sektor maritimnya yang sungguh luar biasa pesat. Dalam hal ini adalah perkembangan sektor pariwisata.

"Ini sungguh merupakan destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Sehingga, kedatangan KRI ini menjadi bukti keindahan Banyuwangi sekaligus pengenalan akan kemajuan sektor maritimnya," katanya.

Untuk diketahui, sebelum bertolak dari Banyuwangi pada hari Senin (11/11/2019) nanti, para taruna KRI Bima Suci ini akan menggelar sejumlah pentas seni. Salah satunya, kirab Genderang Seruling dari Kantor Bupati menuju Pendopo Shaba Swagata Blambangan. (*)

Jurnalis : Agung Sedana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar