Ketahanan Informasi

KBMI UWG Malang Berdayakan Ibu-Ibu di Sawojajar

KBMI UWG Malang Berdayakan Ibu-Ibu di Sawojajar Ketua P2K (Dra. Wiwin Purnomowati, MSi.) mendampingi mahasiswa UWG peraih hibah KBMI di acara Monev Eksternal. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)
Sabtu, 09 November 2019 - 07:57

TIMESINDONESIA, KBMI UWG MALANG BERDAYAKAN IBU-IBU DI SAWOJAJAR – Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) tahun 2019 sudah memasuki tahapan monitoring dan evaluasi eksternal (monev eksternal) yang langsung dilakukan oleh reviewer dari Kemenristek Dikti. Untuk wilayah Malang Raya, monev eksternal dipusatkan di UB dan dilaksanakan pada awal Nopember 2019. Dari 31 judul yang dimonev di Malang Raya, Kampus Inovasi UWG Malang menjadi perguruan tinggi swasta tertinggi penerima hibah KBMI tahun ini.

Fitroh, mahasiswa FH yang sesaat lagi akan wisuda, tampil dengan Sambal Bawang Ikan Asin Bader, dengan slogan Rajanya Sambal Nusantara. Slogan ini dipilih karena bahan baku sambal seperti ikan asin bader, baby cumi dan teri diambil langsung dari tempat asalnya, yaitu Palembang dan Medan. Ini yang membuat Sambal Fitroh beda dengan sambal yang lain, tentu saja di samping racikannya yang khas Fitroh.

Penerima dana hibah sebesar Rp. 18.000.000 ini memiliki double purpose. Di samping mengukur daya saing yang dimiliki, Fitroh juga  memberdayakan ibu-ibu di wilayah Sawojajar, tempat tinggalnya. "Awalnya memang baru sebagai pengupas bawang dan cabe, tetapi bukan tidak mungkin satu saat nanti peran mereka akan meningkat, sebagai mitra produksi," jelas gadis manis bertahi lalat ini.

Bisnis Fitroh yang sudah diawali sejak semester satu kuliah di FH UWG ini disarankan oleh reviewer untuk juga membuat varian sambal yang tidak pedas. "Ini akan memperluas segmen pasar Sambal Fitroh. Konsumen yang tidak suka pedas tetapi ingin makan dengan sambal, dapat juga ditangkap," jelas Dr. Ir. Syarifah lis Aisyah, MSc dari IPB, sang reviewer.

KBMI-UWG-Malang-2.jpgMahasiswa UWG peraih hibah KBMI dan dosen Pembimbing foto bersama sebelum acara Monev Eksternal dimulai. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)

Peci P Rama karya Nanda Budiarta, tak kalah menariknya dengan Sambal Fitroh. "Peternak Kelinci Pedaging Rumahan" ini lolos dengan dana hibah sebesar Rp. 13.000.000. Usaha mahasiswa Fakultas Teknik ini sudah dijalankan selama dua tahun dan dana hibah KBMI ini sangat mendukung pengembangan usahanya.

Ketua P2K Dra. Wiwin Purnomowati, MSi, yang mendampingi para penerima hibah dengan pembimbing masing-masing berharap bahwa  UWG dapat lolos di tingkat nasional untuk mengikuti ekspo kewirausahaan mahasiswa Indonesia di Batam.  "Harap-harap cemas menunggu pengumuman. Penerima hibah terpilih akan diberikan kesempatan untuk mengikuti Expo KMI (Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia) di Politeknik Negeri Batam pada 22-25 Nopember 2019 mendatang. Semoga UWG bisa mengulang prestasi-prestasi  sebelumnya di ekspo KMI," harap Wiwin.

Seperti diketahui, tahun 2014, UWG Malang pernah menembus 5 besar pengelola program kewirausahaan terbaik tingkat nasional pada Expo KMI di Politeknik Negeri Jember. Kemudian tahun 2015 lolos ekspo KMI di  Politeknik Negeri Ambon dengan produk hidroponik dari Andik Kurniawan.  Dua tahun kemudian, tahun 2017, Rheka Puspita berhasil  mengibarkan bendera UWG melalui Ecosand Banananya pada Expo KMI di Politeknik Negeri Pontianak. Harapannya, keberhasilan-keberhasilan tersebut bisa  berulang kembali di tahun 2019 ini. (*)

Jurnalis : Santoso SP (CR-059)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

Komentar

Registration