Ketahanan Informasi

BPKH RI Beberkan Tips Tunaikan Haji Muda di Unair Surabaya

BPKH RI Beberkan Tips Tunaikan Haji Muda di Unair Surabaya Iskandar Zulkarnain (tengah) Erick Yusuf (kiri) dan Dr. Imron Mawardi S.P., M.Si. (kanan) saat memberikan sosialisasi kepada mahasiswa di Aula Soepoyo FEB UNAIR pada tanggal 6 November 2019. (FOTO: Istimewa)
Sabtu, 09 November 2019 - 07:03

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) mengadakan serangkaian acara bertajuk Mari Tunaikan Haji Selagi Muda (MINA). Acara tersebut diselenggarakan di berbagai universitas di Indonesia, termasuk Unair Surabaya, Aula Soepoyo Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Rabu (7/11/2019).

Acara yang menggandeng Bank Syariah Mandiri itu bertujuan mensosialisasikan serta mengajak masyarakat luas khususnya milenial untuk menunaikan haji selagi muda. Acara itu mengundang A. Iskandar Zulkarnain sebagai anggota badan pelaksana BPKH Republik Indonesia, serta ustaz ternama Tanah Air Erick Yusuf. Acara dimoderatori langsung oleh dosen Ekonomi Islam Dr. Imron Mawardi S.P., M.Si.

Pada kesempatan itu, Iskandar menyampaikan bahwa terdapat beberapa alasan untuk menunaikan haji muda. Pertama, telah masuknya zaman vulatility, uncertainty, complexity, and ambiguity (VUCA) world era. Kedua, rata-rata masa tunggu haji akan naik dua tahun. Ketiga, istitho’ah ekonomi dan fisik. Dan yang keempat, 74 persen pendaftar haji berusia 40 tahun ke atas.

“Dalam menghadapi VUCA world era ini dunia semakin dimanis, tidak menentu, serta tidak jelas. Sehingga hal ini harus diantisipasi dengan sesuatu hal yang belum tercapai yaitu dengan ketenangan hidup. Ibadah haji itu adalah ibadah fisik, jadi tidak hanya memandang istitho’ah mengenai ekonomi saja,” terang Iskandar.

Menurut Iskandar, dengan menunaikan haji muda banyak manfaat yang didapatkan serta dapat mendorong terwujudnya Indonesia Emas. Dari haji yang mabrur maka akan mendapatkan manfaat dunia dan akhirat sehingga akan tercapai sesuatu yang agile.

BPKH-RI-2.jpgErick Yusuf saat menyampaikan motivasi dalam acara Mari Tunaikan Haji Selagi Muda (MINA) di Aula Soepoyo FEB UNAIR pada tanggal 6 November 2019. (FOTO: Istimewa)

“Manfaat lain yang didapatkan dari haji muda adalah dapat memaksimalkan beribadah haji, kita lihat lima hari di Arofah, Musdalifah, Mina kita memerlukan fisik yang menjadi suatu keharusan sehingga haji kita lebih sempurna,” pungkasnya.

Tips Haji Muda

Dalam kesempatan itu, Iskandar juga memberi tips pergi haji saat muda untuk milenial. Yaitu, menyisihkan uang 15 ribu setiap harinya, sehingga dalam kurun waktu kurang dari lima tahun dapat mengumpulkan dana sebesar 25 juta rupiah yang dapat dijadikan setoran awal pendaftaran haji.

Tak hanya memberi tips dan manfaat pergi haji selagi muda, acara itu juga memberikan motivasi yang disampaikan oleh ustaz Erick Yusuf untuk seluruh peserta seminar yang datang. Ustaz Erick menyampaikan bahwa menunaikan haji itu tidak hanya memerlukan niat saja tetapi harus memiliki azam.

Azam itu di atas niat, yaitu keyakinan, keinginan kuat yang dipahami oleh para ulama adalah sudah lebih dari sekedar niat tapi sudah masuk kedalam perencanaan dan action, sehingga percuma mempunyai niat kuat tanpa disertai oleh azam,” jelas ustaz Erick.

Sebagai informasi, dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis dari Bank Syariah Mandiri kepada 200 mahasiswa berupa tabungan haji, sehingga dapat menumbuhan niat para milenial untuk menyisihkan uang untuk disimpan dalam tabungan haji tersebut. (*)

Jurnalis : Dr. Suko Widodo (CR-135)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

Komentar

Registration