Peristiwa - Daerah

Informasi Tentang Perahu Baja di Sungai Bengawan Solo Mulai Terkuak

Informasi Tentang Perahu Baja di Sungai Bengawan Solo Mulai Terkuak Perahu baja kedua diturunkan dengan forklift di Disparbud Lamongan, Jumat (8/11/2019). (FOTO: Disparbud Lamongan for TIMES Indonesia)
Sabtu, 09 November 2019 - 11:42

TIMESINDONESIA, LAMONGANPerahu baja yang ditemukan di dasar Sungai Bengawan Solo di Lamongan, Jawa Timur diduga kuat merupakan perahu milik armada militer Belanda.

“Hasil konservasi sementara ditemukan tulisan MFB 6, kalau tanggal pembuatannya belum ada,” ujar Ismunawan, Kepala Disparbud Lamongan, Sabtu, (9/11/2019).

Temuan tulisan itu, terletak di ujung perahu baja tersebut. “Di ujung yang satunya sepertinya juga ada tulisan, tapi belum jelas, masih harus dibersihkan lagi biar jelas,” ucapnya.

Perahu-baja-B.jpg

Ismunawan memperkirakan bobot perahu baja pertama dan kedua juga telah berhasil diidentifikasi. “Perkiraan beratnya sekitar 2 ton. Ini forklift (alat bantu yang digunakan untuk mengangkat beban beban berat atau untuk memindahkan barang) untuk mengangkat maksimal 3 ton,” tutur Ismunawan.

Di sisi lain, Wicaksono Dwi Nugroho, arkeolog BPCB Trowulan Jawa Timur, saat dikonfirmasi terkait temuan adanya tulisan di perahu mengaku belum mengetahuinya.

“Wah iyakah? aku belum cek pasca pembersihan teman-teman konservasi. Besok aku cek lagi,” ucap Wicaksono.

Sementara untuk perahu baja kedua, telah berhasil diangkat dari dasar Sungai Bengawan Solo, di lokasi penemuan di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan pada Jumat, (8/11/2019) kemarin. Proses pengangkatan perahu kedua, membutuhkan waktu selama 4 jam.

Perahu-baja-C.jpg

Perahu kedua langsung dbawa ke Kantor Disparbud, Jalan Sunan Giri, Kota Lamongan, dengan menggunakan truk trailer dan kemudian diturunkan dengan menggunakan forklift, pada petang kemarin. “Perahu kedua dipindah ke dinas,” katanya.

Perahu baja kedua ini, sambung Wicaksono, bentuk dan ukurannya perahu kedua ini memiliki ukuran panjang 7,2 meter dengan lebar lebih kurang 2 meter. Bentuk dan ukurannya itu, juga masih sama dengan perahu pertama yang telah sandar terlebih dahulu berada di kantor Disparbud.

Setelah berada di kantor Disparbud Lamongan, lanjut Wicaksono, perahu akan dikonservasi seperti perahu yang pertama. “Butuh di konservasi,” tuturnya.

Perahu-baja-D.jpg

Lebih jauh Wicaksono menambahkan, pihaknya tengah berkonsentrasi untuk proses pengangkatan perahu baja ketiga dari dasar Sungai Bengawan Solo. “Kita diskusikan pengangkatan perahu yang ketiga,” ujarnya. (*)

Jurnalis : Ardiyanto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Lamongan

Komentar

Registration