Selasa, 19 November 2019
Pendidikan

Siapkan Tenaga Ahli Industri 4.0, UGM Gandeng Grab Siapkan Ini

Siapkan Tenaga Ahli Industri 4.0, UGM Gandeng Grab Siapkan Ini Jajaran Grab dan UGM foto bersama usai penandatangan MoU di Gedung Pusat Balairung UGM, Jumat (8/11/2019). (FOTO: Desty Luthfiani/TIMES Indonesia)
Sabtu, 09 November 2019 - 08:55

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Grab Indonesia untuk melakukan kerjasama dalam mempersiapkan tenaga ahli menyongsong Industri 4.0.

“Kami meyakini kerjasama ini akan memberikan manfaat positif dalam upaya kami melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan melaksanakan pendidikan yang relevan dengan industri 4.0 Indonesia saat ini,” ujar Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset UGM, Bambang Agus Kironoto di sela penandatangan MoU di Gedung Pusat Balairung UGM, Jumat (8/11/2019).

Bambang mengatakan kerjasama strategis ini melingkupi bidang pendidikan, penelitian dan perwujudan kampus ramah lingkungan.

“Hasil kerja sama ini diharapkan bisa memberikan dampak positif pada mahasiswa dan civitas akademika UGM pada umumnya,” ujarnya.

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi menjelaskan kemitraan strategis antara UGM dan Grab ini akan berlangsung hingga 2 tahun ke depan.

“Kerjasama ini dijalankan dalam tiga tahapan,” ujar Neneng.

Tahap pertama adalah membangun infrastruktur pengaturan kegiatan operasional dan peningkatan fasilitas pelayanan yang terdiri dari manajemen titik penjemputan dan pengantaran, halte khusus transportasi online, shelter bertenaga sinar matahari serta peluncuran skuter listrik ramah lingkungan GrabWheels di lingkungan kampus UGM.

Tahap kedua program pendukung pendidikan, seperti sponsorship dan pengadaan aktivitas kampus yang terdiri dari beasiswa transportasi bagi mahasiswa, layanan Grab for Business bagi civitas akademika UGM, promosi kegiatan UGM di aplikasi Grab, dukungan crowdfunding melalui Dana Sahabat UGM serta sponsorship kegiatan kampus.

Sedangkan tahap ketiga program untuk menyelaraskan antara pendidikan dengan kebutuhan industri 4.0 Indonesia, yang terdiri dari kesempatan magang dan Management Trainee Grab bagi mahasiswa UGM, program dosen tamu, serta kerja sama dalam hal riset dan pengembangan.

Neneng mengatakan sebanyak 16% generasi muda di Asia Tenggara ingin bekerja di sektor teknologi masa depan.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan pihaknya meluncurkan program kontribusi sosial Grab for Good yang diperkenalkan Grab pada September lalu. Melalui kerja sama ini diharapkan dapat mendukung salah satu tujuan membangun angkatan kerja yang siap menyambut masa depan.

“Bersama UGM, lembaga nirlaba dan perusahaan teknologi terdepan, kami Grab Indonesia ingin melatih 20.000 siswa melalui inisiatif pengembangan talenta teknologi di seluruh Asia Tenggara,” ujarnya. (*)

Jurnalis : A Riyadi
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Registration