Selasa, 19 November 2019
Pemerintahan

Penataan DAS Citarum, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR RI

Penataan DAS Citarum, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR RI Ilustrasi penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di Provinsi Jawa Barat. (FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)(FOTO: Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI)
Jum'at, 08 November 2019 - 23:57

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR RI ) tengah melakukan penataan terpadu Daerah Aliran Sungai (DAS Citarum) untuk menangani pencemaran dan kerusakan lingkungan yang mengakibatkan kerugian di bidang kesehatan, ekonomi, sosial, ekosistem, dan sumber daya lingkungan.

Menurut Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono, penataan tersebut berupa perbaikan, normalisasi badan sungai, peningkatan kapasitas sungai dengan pembangunan terowongan.

Untuk memperlancar aliran Sungai Citarum di wilayah Curug Jompong, Kabupaten Bandung misalnya, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air tengah menyelesaikan pembangunan Terowongan Nanjung.

Penataan-DAS-Citarum-b.jpg

“Terowongan ini akan mengurangi genangan banjir di daerah Baleendah, Dayehkolot, Andir, dan sekitarnya seluas 700 hektar dan meningkatkan kapasitas Sungai Citarum dari 570 m3/detik menjadi 643 m3/detik, “ kata Menteri Basuki.

Terowongan ini terdiri dari 2 tunnel dengan panjang masing-masing 230 meter dan diameter 8 meter. “Pembangunannnya dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya – PT  Adhi Karya (KSO) dengan anggaran APBN sebesar Rp 334,85 miliar (MYC). Progres konstruksi saat ini mencapai 92 % dan ditargetkan selesai akhir 2019,” imbuhnya.  

Saat ini, Kementerian PUPR RI  juga tengah membangun Floodway Cisangkuy sebagai saluran pengendali banjir yang ditargetkan selesai tahun 2020. “Pembangunannya dikerjakan dalam 2 tahap, yaitu tahap 1 sepanjang 3,75 km dengan anggaran sebesar Rp 311,35 miliar, imbuhnya .

Adapun fungsi saluran tersebut adalah untuk mengurangi genangan banjir seluas 5,91 ha dengan meningkatkan kapasitas tampung Sungai Cisangkuy dari 80 m3/detik menjadi 220 m3/detik.

Penataan-DAS-Citarum-c.jpg

 Kemudian pada tahap 2 dibangun sepanjang 10,5 km dengan biaya Rp 320,43 miliar yang berfungsi untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Dayehkolot, Andir, dan Bojongsoang seluas 31,5 ha dengan meningkatkan kapasitas tampung Sungai Cisangkuy dari 80 m3/detik menjadi 220 m3/detik. 

Sedangkan infrastruktur pengendali banjir yang sudah rampung tahun 2018 adalah Kolam Retensi Cieuntung di Kecamatan Baleendah seluas 8,7 ha dengan kapasitas tampung 220 ribu m3.

“Tampungan air buatan ini dilengkapi 3 unit pompa pengendali banjir berkapasitas 3,5 m3/detik dan 1 unit pompa harian berkapasitas 1,5 m3/detik untuk mengurangi debit banjir Citarum yang kerap menggenangi daerah Dayeuhkolot dan Baleendah. Anggaran pembangunannya sebesar anggaran Rp 203,83 miliar,” ujarnya.

Kementerian PUPR RI juga melakukan normalisasi 5 oxbow (kali mati) yakni di oxbow Dara Ulin, Mahmud, Bojongsoang, Sapan, dan Cisangkuy. Seluruh pembangunannya dibiayai dengan APBN tahun 2019 sebesar Rp 44,5 miliar.

Penataan-DAS-Citarum-d.jpg

“Normalisasi Sungai Citarum juga dikerjakan di daerah hulu (Kabupaten Bandung) sepanjang 5,4 km dengan biaya Rp 78,19 miliar,” ucapnya.

Proyek ini akan memberikan manfaat mengurangi luasan genangan banjir pada pemukiman, persawahan, dan industri di wilayah Majalaya dan Selokan Jeruk seluas 13 ha.

“Normalisasi juga dilakukan di 3 anak Sungai Citarum, yakni Sungai Cimande (9,3 km), Sungai Cikijing (6,2 km), dan Sungai Cikeruh Hilir (3,5 km). Total biaya pengerjaannya sebesar Rp 245,48 miliar dan ditargetkan selesai 2020,” kata Menteri Basuki menambahkan . 

Sebagai informasi, Sungai Citarum terbentang sepanjang 297 km dengan hulu di Situ Cisanti yang terletak di kaki Gunung Wayang, Kabupaten Bandung.  Sungai ini bermuara di Pantai Utara Pulau Jawa, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

Selain menjadi sumber air baku untuk air minum, DAS Sungai Citarum yang melintasi 9 kabupaten/kota juga sumber air irigasi untuk ratusan ribu hektar sawah serta pembangkit listrik untuk Pulau Jawa dan Bali. Sepanjang bentangnya, terdapat tiga waduk di sungai ini, yaitu Waduk Saguling, Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur.

Tingginya aktivitas domestik dan industri di pinggiran DAS Citarum berdampak terhadap terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan.  Oleh karenanya Kementerian PUPR RI melakukan penataan terpadu di DAS Citarum untuk mencegah kerusakan dan pencemaran di DAS Citarum.(*)

Jurnalis :
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

Komentar

Registration