Entertainment

Penuh Peristiwa Mistis Perkuat Esensi Film Kajeng Kliwon

Penuh Peristiwa Mistis Perkuat Esensi Film Kajeng Kliwon Gala premiere film Kajeng Kliwon yang berlangsung di Trans Studio Mall TSM Bali.(foto: Imadudin M/TIMES Indonesia)
Jum'at, 08 November 2019 - 19:35

TIMESINDONESIA, DENPASAR – Film horor 'Kajeng Kliwon' resmi dirilis pada 8 November 2019, di Trans Studio Mall (TSM) Bali, Kota Denpansar, Bali. Film horor Indonesia yang mengangkat kearifan lokal Bali ini pun memiliki esensi mistis yang kental.

Sutradara Film Kajeng Kliwon, Bambang Drias menyebutkan film ini mengambil latar belakang tradisi dan budaya Pulau Bali. Film ini dibintangi oleh Amanda Manoppo berperan sebagai Agni seorang dokter cantik berdarah Bali dan Crist Laurent sebagai Biko yang berprofesi fotografer.

Film ini berkisah tentang sepasang kekasih, perjalanan cinta mereka tidak seindah yang dibayangkan. Karena Agni memiliki garis keturunan pengleak, kejadian mistispun terus menghantui.

Gala-premiere-film-Kajeng-Kliwon-a.jpg

"Kami berusaha mengangkat budaya Bali, akan lebih dikenal masyarakat luas hingga ke internasional. Bali bukan hanya sekedar pariwisata, tapi ada budaya yang harus dijaga dan dirawat," kata Bambang.

Selain Amanda Manoppo dan Crist Laurent, film Kajeng Kliwon yang digarap Applecross dan 9 Advertising Sabah ini juga dibintangi artis gaek seperti Catherine Wilson, Indah Kalalo, Mutia Datau dan artis dari Malaysia Atiqah Suhaemi, serta bintang lain Vincent, Egy Fadli dan Weda Nanda.

Dibalik cerita magis dari film ini, para pemainnya pun mengaku memiliki kesan tersendiri. Artis asal Bali, Vincent mengaku sempat kaget karena belum pernah menemui peristiwa mistis seperti kesurupan dan tekanan yang tinggi saat syuting di salah satu Pura.

"Sangat berkesan, karena saat itu sempat terlibat upacara (ritual) secara langsung. Ini yang membuat saya berkesan dengan budaya Bali," kata Vincent.

E-Koran-Medsos-Edisi-Sabtu-09-November-2019-film-horor.jpg

Sementara itu, artis Amanda Manoppo pun mengaku dibalik proses panjang pembuatan film banyak pelajaran yang diambil. Bukan hanya sekedar seni peran di layar lebar dari para pemain senior, namun ada juga budaya Bali.

"Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Ini yang harus kita jaga bersama," katanya.

Produksi film ini berlangsung selama kurang lebih 20 hari di 3 daerah berbeda di Bali yaitu Tabanan, Gianyar dan Singaraja. Film Kajeng Kliwon karya sutradara Bambang Drias ini tidak hanya mampu menampilkan sisi mistis di Bali, tapi juga memvisualkan sisi keindahan pulau Dewata.(*)

Jurnalis : Imadudin Muhammad
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Bali

Komentar

Registration