Pendidikan

UII Gelar Pelatihan Pengembangan Produk Minyak Atsiri bagi Warga Desa Tirtonirmolo

UII Gelar Pelatihan Pengembangan Produk Minyak Atsiri bagi Warga Desa Tirtonirmolo Dekan FMIPA UII, Prof Riyanto ketika melakukan MoU dengan Desa Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul di Gedung OSCE Lt.2 Laboratorium Terpadu UII. (FOTO: Ahmad Tulung/TIMES Indonesia)
Jum'at, 08 November 2019 - 19:16

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar pengabdian masyarakat melalui Pelatihan Pengembangan Produk Minyak Atsiri dan VCO beserta turunannya bagi Pengurus PKK Desa Tirtonirmolo Kasihan Bantul.

Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan penandatanganan MoU antara FMIPA UII dengan Pemerintah Kecamatan Kasihan.

Kerjasama ini merupakan salah satu upaya penguatan kolegial Jurusan Kimia FMIPA UII dalam menebarkan kemanfaatan hasil penelitian dosen bagi masyarakat secara luas.

Prosesi penandatangan MoU yang dihadiri Dekan FMIPA UII, Prof Riyanto di Gedung OSCE Lt.2 Laboratorium Terpadu UII. Kamis (7/11/2019). Ikut mendampingi jajaran struktural dan Sekretaris Camat Kecamatan Kasihan, Bantul Suparmadi; Desiana Kurniasari dari dari Desa Tirtonirmolo dan jajaran pamong desa.

Sekretaris Jurusan Kimia FMIPA UII, Yuli Rohyami mengatakan kegiatan yang diikuti oleh 50 pengurus PKK se-Tirtonirmolo, Kasihan. Harapannya, dapat menumbuhkan lahirnya UMKM baru di Desa Tirtonirmolo. Nantinya, kerjasama ini akan dikembangkan pada tingkat Kecamatan Kasihan.

“Hasil penelitian berbasis riset terapan dari tim dosen Jurusan Kimia FMIPA UII diharapkan mampu menjembatani munculnya usaha produktif yang dikembangkan dari hasil riset,” kata Yuli.

Ia menambahkan, Jurusan Kimia bekerjasama dengan Laboratorium Terpadu UII akan bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan Kasihan. Sinergi tersebut dilakukan dalam pengembangan, pendampingan, dan layanan uji labotorium bagi UMKM.

Pada kegiatan ini, peserta mendapatkan pelatihan pengembangan minyak atsiri mulai dari penyulingan minyak atsiri, pembuatan produk turunan atisiri seperti sabun pencuci piring dan lilin aromaterapi yang dapat dikembangkan menjadi produk UMKM.

“Peserta juga mendapatkan pelatihan pengolahan kelapa menjadi produk VCO yang diproses secara alamiah dengan menggunakan papain dari getah pepaya serta pembuatan sabun sebagai produk turunan VCO dan minyak atsiri,” terang Yuli

Selain itu, kegiatan ini merupakan program yang berkelanjutan yang telah diselenggarakan sejak 6 tahun silam, terutama dalam mendorong pengembangan penelitian berbasis produk bagi Dosen Jurusan Kimia FMIPA UII sehingga dapat diterapkan oleh UMKM. Pengabdian masyarakat ini juga diwujudkan dalam bentuk jasa layanan pengujian laboratorium kimia bagi UMKM.

Laboratorium Jurusan Kimia dan Laboratorium Terpadu dalam kesempatan yang sama membuka openhouse bagi warga untuk melihat instrumentasi pengujian kimia yang tersedia. “Uji laboratorium ini sangat berguna untuk memastikan mutu dan kualitas produk UMKM,” ungkapnya

Dekan FMIPA UII Prof Riyanto mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat terutama ibu-ibu PKK dari kecamatan Kasihan, Bantul tentang minyak atsiri dan manfaatnya.

Menurutnya, pengelolaan minyak atsiri itu sebenarnya mudah karena tidak membutuhkan teknologi yang canggih. Sehingga bisa dijadikan industri rumahan yang mudah diterapkan di masyarakat.

“Semoga setelah pelatihan ini peserta bisa memproduksi sendiri minyak atsiri sesuai potensi yang ada di daerah Kasihan Bantul,” terang Riyanto usai acara penandatanganan MoU antara FMIPA UII dengan Pemerintah Kecamatan Kasihan, Bantul di halaman Laboratorium terpadu Gedung OSCE.

Sekretaris Camat Kasihan, Suparmadi mengatakan di Kecamatan Kasihan, Bantul terdapat beberapa macam tanaman obat-obatan yang dikembangkan oleh ibu-ibu kader PKK dan memang berkecimpung untuk mengelola itu.

Saat ini katanya, tanaman-tanaman obat yang ada belum bernilai ekonomi. Sehingga dengan adanya kerjasama ini potensi yang ada dapat dikembangkan untuk dijadikan minyak atsiri.

“Harapan ke depannya kegiatan seperti ini tidak hanya diikuti desa Tirtonormolo namun juga desa-desa lainnya. Karena di Kecamatan Kasihan ada empat desa. Dari pelatihan ini ibu-ibu PKK bisa memproduksi dan memasarkan hasilnya,” kata Suparmadi, Sekretaris Camat Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul disela-sela menghadiri penandatanganan MoU dan Pelatihan Pengembangan Produk Minyak Atsiri dan VCO bagi Warga Desa Tirtonirmolo di kampus UII. (*)

Jurnalis : Ahmad Tulung
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Registration