Selasa, 19 November 2019
Politik

Surya Paloh dan Presiden PKS Berangkulan, Begini Komentar Sekjen PDI Perjuangan

Surya Paloh dan Presiden PKS Berangkulan, Begini Komentar Sekjen PDI Perjuangan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (FOTO: Hasbullah/TIMES Indonesia)
Jum'at, 08 November 2019 - 18:51

TIMESINDONESIA, JAKARTASekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyinggung soal konsistensi partai koalisi, saat menanggapi sikap Presiden Jokowi yang menyorot rangkulan erat Ketum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman. 

Hasto mengatakan konsistensi partai berada di dalam koalisi atau di luar pemerintahan sangat penting. "Ya ketika Bapak Presiden Jokowi sudah menanggapi hal tersebut, ya tentu saja dialog di antara para pemimpin partai memang bagian dari tradisi demokrasi kita," ujar Hasto, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Presiden Jokowi menyindir Surya Paloh yang melakukan pertemuan dengan Sohibul Iman. Sindiran Jokowi itu terlontar saat Jokowi hadir di acara HUT ke-55 Golkar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11/2019). Di atas mimbar, Jokowi sontak menyapa Paloh dibarengi dengan sindiran.

Sapaan Jokowi ke Paloh itu pun sontak membuat tamu undangan tertawa. Jokowi juga menyinggung soal rangkulan Paloh ke Sohibul Iman yang dinilainya tak biasa. Apalagi, Jokowi mengaku tak pernah dirangkul seerat itu oleh Paloh.

Menurut Hasto candaan Jokowi soal rangkulan erat itu adalah cara tersendiri Jokowi menyampaikan pandangannya. "Intinya Bapak Presiden Jokowi dengan caranya sudah menyampaikan berbagai hal terkait dengan pertemuan tersebut," kata Hasto.

Ketika ditanyai soal kekompakan koalisi pemerintah, Hasto mengatakan tidak ada partai yang menjauh. Dialog antar elite partai menjadi tradisi dalam koalisinya.

"Tidak ada perspektif menjauh, karena berdialog dengan para pemimpin partai politik itu merupakan bagian dari tradisi kita. Jadi tidak ada yang menjauh tidak ada yang mendekat, setiap partai punya posisi masing-masing dan kami menghormati itu," tegas Hasto, Sekjen PDI Perjuangan.(*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration