Pendidikan

Belajar Budaya Prancis Lewat Festival Sinema Prancis di Polinema

Belajar Budaya Prancis Lewat Festival Sinema Prancis di Polinema Lebih dari 130 orang menonton film dalam Festival Sinema Prancis di Polinema hari ini (8/11/2019) (foto : Widya Amalia/TIMES Indonesia)
Jum'at, 08 November 2019 - 18:08

TIMESINDONESIA, MALANG – Festival Sinema Prancis diadakan serentak di seluruh Indonesia mulai tanggal 7 hingga 10 November 2019. Dari 15 kota di Indonesia hanya dipilih 20 tempat. Pemilihan ini langsung dilaksanakan oleh Kedutaan Prancis. Salah satunya adalah Polinema (Politeknik Negeri Malang) yang dilaksanakam hari ini, Jumat (8/11/2019).

Program ini diselenggarakan langsung oleh Kedutaan Prancis. Polinema dipilih menjadi salah satu mitra karena memiliki portal informasi pendidikan dan kebudayaan Prancis. Portal ini bernama Warung Prancis. Di kota Malang sendiri hanya ada di Polinema saja.

Tentu saja, film yang diputar pun dipilih berdasarkan kultur Indonesia sendiri. Di mana tidak memutar film yang vulgar dan mengganggu. 

Hari ini, film yang diputar berjudul Maestro. Menceritakan upaya seseorang dalam merealisasikan talent dan bakatnya yang dia sendiri awalnya tidak menyadari. Dibantu dan diasah oleh seorang sutradara. Sampai akhirnya bisa. Film ini bergenre komedi romantis yang mengangkat kisah sepasang aktor yang saling kasmaran.

menonton-film-dalam-Festival-Sinema-Prancis-b.jpg

Para mahasiswa yang menonton pun sesekali bersorak kegirangan melihat kedekatan tokoh utama. Namun tidak sedikit juga yang merasa terharu melihat perjuangan Cedric, seorang tokoh sutradara dalam membuat film hingga mampu diapresiasi di penghargaan tertinggi.

Bahkan penonton mampu dibuat tidak berkutik melihat bagaimana plot film ini berjalan.

"Film ini melihat bahwa upaya seseorang. Bagaimana dia bisa berupaya untuk kemampuan dari bakatnya. Yang dikemas secara komedi romansa," papar Doddy Maulana, SE, MT, MSc, pembina Warung Prancis.

Doddy juga pernah kuliah di Prancis dan kini berprofesi sebagai dosen elektro.

Warung Prancis telah berdiri sejak tahun 2012. Menurut Doddy, sangat penting untuk mengetahui budaya luar. Tidak hanya mengetahui, namun juga mendapatkan akses beasiswa dan ilmu yang bermanfaat.

"Karena kita kerjasama dengan kedutaan Prancis, kita bisa saling mengenal budaya masing-masing. Terutama di kampus. Bagi kita, yang paling utama adalah mendapatkan akses langsung kesempatan sekolah dan beasiswa ke Prancis. Itu sebenernya yang diharapkan. Kita juga bisa mengasah kemampuan bahasa Prancis," jelas Doddy.

Menurutnya, mahasiswa, khususnya mahasiswa Polinema, bisa punya potensi atau bekerja langsung ke Prancis asal terus mencoba dan tidak menyerah. (*)

Jurnalis : Widya Amalia (MG-197)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration