Selasa, 12 November 2019
Kopi TIMES

Sekolah Ramah Anak Nakal

Sekolah Ramah Anak Nakal Ilham Wahyu Hidayat, Guru SMP Negeri 11 Malang
Jum'at, 08 November 2019 - 18:17

TIMESINDONESIA, MALANG – Yang namanya siswa nakal di sekolah itu biasa. Ini sudah jadi fenomena abadi dalam dunia pendidikan. Ramai saat guru mengajar. Membolos pada jam pelajaran. Memalsu tanda tangan orang tua. Tidur saat jam pelajaran. Minta uang teman dengan paksa. Memukuli teman karena hal sepele. Mencuri barang teman di kelas. Mencoreti kamar mandi dengan kata-kata seronok. Tidak mengerjakan PR. Merokok di belakang sekolah.

Semua itu hanya sebagian kecil bentuk-bentuk kenakalan siswa di sekolah. Jika mau dirinci lagi mungkin ada puluhan bahkan ratusan macam. Semua terjadi dari waktu ke waktu meski tata tertib ditegakkan sekolah baik secara tulis maupun lisan.

Ada yang bilang kenakalan itu terjadi karena pengaruh lingkungan. Lainnya percaya karena faktor bawaan. Bahasa ilmiahnya genetika. Alasannya buah apel tidak jatuh jauh dari pohonnya.

Mana yang benar dari dua pendapat di atas masih bisa diperdebatkan. Satu hal yang pasti guru orang pertama yang berhadapan dengan semua kenakalan siswa di sekolah. Guru yang tampil terdepan di lapangan. Bukan orang tua. Bukan komite sekolah. Bukan kepala sekolah. Bukan pula mendikbud yang menjabat sekarang.

Dalam menghadapi kenakalan siswa ini guru punya trik dan teknik sendiri. Masing-masing ditentukan tipikal guru dan ini mengindikasikan tipe-tipe guru yang berbeda.

Tipe guru anarkis. Guru dengan tipe ini biasanya menggunakan kekerasan fisik untuk mengatasi kenakalan siswa. Biasanya suka mencubit, menjewer sampai menampar siswa. Guru tipe ini sering dilaporkan orang tua siswa, didemo dan berpeluang jadi viral di media massa juga media sosial.

Tipe guru romantis. Guru dengan tipe ini bertolak 180 derajat dari guru tipe anarkis. Mereka selalu menghadapi kenakalan siswa dengan cinta dan kasih sayang. Bahasa mereka lembut nyaman didengar. Harapannya dengan bersikap demikian kenakalan siswa akan terselesaikan meski kenyataannya sering kali 180 derajat gagal.

Tipe guru agamis. Guru dengan tipe ini selalu menasehati siswa nakal dengan dalil-dalil agama. Harapannya dengan menanamkan moral agama ada perubahan positif dari siswa nakal.

Tipe guru pedagogis. Guru dengan tipe ini biasanya mengadaptasi prinsip pembelajaran dalam menyikapi siswa nakal. Biasanya mereka menghukum siswa dengan membuat rangkuman bacaan. Kalau tidak begitu menyuruh menulis kalimat tertentu dengan jumlah melimpah yang kadang tidak masuk akal.

Tipe guru nasionalis. Guru tipe ini tegas dalam perilaku dan perkataan. Biasanya mereka menghukum dengan menyuruh siswa hormat bendera di tengah lapangan upacara. Tidak peduli cuaca panas. Tidak peduli siswa belum sarapan yang berpotensi siswa pingsan. Harapannya dengan menanamkan nilai kebangsaan yang dalam hal ini menghormat bendera kenakalan siswa akan hilang.

Tipe guru pragmatis. Guru dengan tipe ini biasanya bertindak wajar sesuai konteks. Mereka memarahi siswa nakal dengan bahasa biasa. Mereka tidak suka memperpanjang kenakalan siswa. Mereka menyikapi semua dengan cara sederhana.

Semua ini hanya sebagian kecil dari tipe guru. Masih banyak tipe guru lain dan banyak juga cara-cara untuk mengatasi masalah kenakalan siswa di sekolah.

Bagaimana pun cara guru dalam menyikapi kenakalan siswa tujuannya sama yaitu dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang diamanatkan UUD 1945 Pasal 31 ayat 3 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Yang harus disadari guru juga pernah menjadi siswa. Tidak menutup kemungkinan dulu sebagai siswa pernah melakukan kenakalan juga di sekolah walau sekecil apapun bentuknya.

Itulah sebabnya guru harus tetap ramah senakal apapun siswanya. Mereka harus bisa menciptakan persepsi masyarakat bahwa sekolah itu ramah anak meski di dalamnya banyak anak nakal. (*)

 

 

*) Ilham Wahyu Hidayat, Guru SMP Negeri 11 Malang

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Jurnalis :
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration