Pendidikan

Songsong Hari Anak Internasional SD 1 Barongan Jetis Gelar Sehari Sekolah di Luar Kelas

Songsong Hari Anak Internasional SD 1 Barongan Jetis Gelar Sehari Sekolah di Luar Kelas Suasana para siswa SD 1 Barongan Jetis Bantul mengikuti program kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas, Kamis (7/11/2019). (FOTO: Totok Hidayat/TIMES Indonesia)
Jum'at, 08 November 2019 - 14:39

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Dalam rangka menyongsong Hari Anak Internasional yang diperingati setiap tanggal 20 November. SD 1 Barongan Jetis Bantul menggelar kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas, Kamis (7/11/2019).

Beragam kegiatan digelar sekolah untuk mengisi sehari belajar di luar sekolah. Mulai dari kegiatan senyum, sapa dan salam, upacara, literasi, bermain egrang, memasak dengan bahan baku buah sukun, cuci tangan dan makan bersama.

Kepala SD 1 Barongan Jetis Bantul, Darmilah mengatakan, kegiatan peringatan Hari Anak Sedunia digelar bertujuan menanamkan nilai-nilai kearifan lokal. Seperti, sopan santun, menghargai permainan tradisional, mengenal dan menyukai produk makanan lokal dan mencintai kebersihan sebagai bentuk budaya.

Kegiatan ini sekaligus mengapilikasikan program Sekolah Ramah Anak yang digulirkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kemenrerian Agama Republik Indonesia.

“Sebagai sekolah ramah anak harus memberikan hak-hak kepada siswa untuk bermain, mengembangkan potensi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Tidak sekedar membebani peserta didik dengan pelajaran,” jelas Darmilah.

 Darmilah memastikan sebagai sekolah berbasis kearifan lokal  dengan branding Bertasbih atau Bersih, Takwa, Aman, Santun, Berbudaya, Indah, dan Hijau. Kegiatan ini bukan yang pertama digelar oleh SD 1 Barongan.

Sebelumnya, sekolah berkerjasama dengan Orang tua wali murid, menggelar kelas khusus bertema profesi di sekitar sekolah. Terkait dengan kegiatan berwawasan lingkungan pihak sekolah akan berkerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Bantul untuk memberikan pelatihan pengelolaan sampah.

“Muatan-muatan kearifan lokal akan terus diberikan kepada siswa, sehingga saat dewasa mereka tidak akan tercerabut dari akar budayanya,” terang Darmilah.

Seorang siswa SD 1 Barongan, Ervan mengaku senang mengikuti kegiatan sehari belajar di luar kelas dalam rangka hari Anak Internasional. Sehingga, dirinya berharap kegiatan serupa dapat digelar setiap akhir pekan. Dengan harapan dapat menjadi hiburan setelah 5 hari belajar di dalam kelas. (*)

Jurnalis : Totok Hidayat (MG-199)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Registration