Selasa, 19 November 2019
Politik

Mendagri RI Kritik Pemilu Langsung, Hasto Kristiyanto: Momentum Perkuat Demokrasi Pancasila

Mendagri RI Kritik Pemilu Langsung, Hasto Kristiyanto: Momentum Perkuat Demokrasi Pancasila Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (tengah) bersama Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari (berkerudung) di suatu kesempatan. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 08 November 2019 - 12:56

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menangapi kritik Mendagri RI Tito Karnavian soal Pemilu langsung yang menurutnya banyak mudaratnya

Hasto menilai, gagasan tersebut harus didukung sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan sistem pemilu langsung. Efeknya banyak, seperti menyebabkan tingginya biaya pemilu, korupsi, dan "ketegangan politik” akibat demokrasi bercita-rasa liberal kapitalistik yang selama ini diterapkan di Indonesia.

"Sistem politik, sistem kepartaian, dan sistem pemilu harus senafas dengan demokrasi Pancasila yang mengandung elemen pokok perwakilan, gotong royong, dan musyawarah," kata Hasto dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Jumat (8/11/2019).

HAsto-Krisyanto-a.jpg

Dalam demokrasi Pancasila, katanya, hikmat kebijaksanaan untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara harus dikedepankan. Ia menilai pemilu langsung selama ini selain berbiaya mahal, memunculkan oligarki baru, kaum pemegang modal dan yang memiliki akses media yang luas, serta mereka yang mampu melakukan mobilisasi sumber dayalah yang berpeluang terpilih. Demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat tereduksi menjadi demokrasi kekuatan kapital.

"Dalam perspektif inilah kritik Mendagri terasa begitu relevan," ucapnya.

Hasto menambahkan, PDI Perjuangan telah melakukan praktik politik guna menyempurnakan demokrasi Pancasila di internal partai, yang menempatkan merit system melalui psikotest, test tertulis dan wawancara di dalam pemilihan pimpinan Partai di tingkat provinsi dan kabupaten kota.

"Kami terapkan musyawarah tanpa voting, dan dipimpin oleh ideologi Pancasila. Hasilnya, kualitas kepemimpinan partai di semua tingkatan meningkat, berbiaya sangat murah, dan minim konflik. PDI Perjuangan menegaskan sebagai partai dengan biaya paling kompetitif dan efektif di dalam melakukan konsolidasi struktural partai," bebernya.

Hasto Kristiyanto meyakini, kritikan Mendagri RI terhadap sistem Pemilu langsung sebagai momentum perkuat demokrasi Pancasila. Ia yakin bahwa Indonesia adalah bangsa besar dengan corak dan tradisi demokrasi Pancasila yang sesuai dengan kepribadian bangsa. (*)

Jurnalis : Mohammad Naufal Ardiansyah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Registration