Ketahanan Informasi

Kota Madiun Kian Religius dengan Shalawat dalam Rangkaian Grebeg Maulud

Kota Madiun Kian Religius dengan Shalawat dalam Rangkaian Grebeg Maulud Ribuan warga mengikuti kegiatan Madiun Bershalawat di Taman Bantaran Lalu Lintas Kota Madiun, Kamis malam. (FOTO: Istimewa)
Jum'at, 08 November 2019 - 08:57

TIMESINDONESIA, MADIUN – Madiun Bersholawat menjadi pembuka rangkaian Peringatan Grebeg Maulud 1441 hijriah di Kota Madiun. Kegiatan yang digelaran di Taman Bantaran Kali Madiun mampu menghadirkan ribuan jamaah mafia sholawat dari berbagai wilayah di Madiun Raya, Kamis (7/11). Dalam kegiatan ini menghadirkan KH Muhammad Ali Shodiqin atau yang akrab disapa Gus Ali Gondrong.

Wali Kota Madiun H.Maidi menyatakan gelaran Madiun Bersholawat ini menjadikan Kota Madiun menjadi lebih religius. Dengan harapan bukan hanya saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari. 

Madiun-Bershalawat-2.jpg

Menurutnya suasana religi wajib terus dibangun. Hal itu penting agar dalam menjalani kehidupan selalu terarah dan berkah. Kehidupan yang beragama selalu menghadirkan kesejukan dan kehangatan serta saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau suasana seperti ini dapat ters terjaga, maka kota kita akan aman. Terima kasih pada 100 pendekar, Banser dan TNI, Polri yang membantu kelancaran acara ini” ungkap Wali Kota.

Maidi juga berharap hadirnya Madiun Bersholawat diharap semakin menambah semangat masyarakat Kota Madiun untuk selalu bersholawat. Diakuinya Pemkot Madiun juga akan selalu menghadirkan kegiatan bernuansa religi ke depan. "Nanti juga akan ada Letto dan Nisya Sabyan. Saya berharap kegiatan kegiatan religi dapat semakin menambah keimanan dan ketaqwaan" imbuhnya.

Madiun-Bershalawat-3.jpg

Sementara Gus Ali juga mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk selalu bersemangat mengharap rahmat Allah SWT. Tidak perlu khawatir seberapa besarpun dosa yang telah diperbuat. Sebab, Allah SWT memiliki ampunan yang jauh lebih luas. Menurutnya jika mengharap rahmat Allah SWT lebih baik dari pada mengharap pahala dari setiap kebaikan yang belum tentu diterima. 

"Misalnya seorang pekerja seks komersil (PSK) yang mendapat rahmat Allah SWT hanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan dengan tulus ikhlas. Iya juga bisa masuk surga karena dengan ke ikhlasannya itu. Jadi jangan memandang orang karena perbuatannya sekarang karena kita tidak tahu bagaimana dia ke depan. Yang jelek belum tentu terus jelek, begitu juga sebaliknya” jelasnya. (*)

Jurnalis : Ito Wahyu Utomo (MG-204)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

Komentar

Registration