Selasa, 12 November 2019
Pemerintahan

Menag RI Berharap Polemik Radikalisme, Cadar dan Celana Cingkrang Disudahi

Menag RI Berharap Polemik Radikalisme, Cadar dan Celana Cingkrang Disudahi Menteri Agama, Fachrul Razi saat Raker dengan Komisi VIII DPR di Senayan, Jakarta. (FOTO: Kemenag RI)
Jum'at, 08 November 2019 - 09:38

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Agama (Menag RI), Fachrul Razi berharap polemik terkait radikalisme, cadar dan celana cingkrang disudahi. "Saya minta maaf kalau sampai menimbulkan amarah. Kini, kami akan fokus melayani seluruh umat beragama seadil-adilnya," ujar Menag usai Raker dengan Komisi VIII DPR di Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Radikalisme manjadi salah satu bagian yang disorot anggota Komisi VIII DPR saat menggelar Rapat Kerja dengan Menteri Agama Fachrul Razi.

Salah satunya meminta Menag tidak terlalu masuk pada wilayah keyakinan yang bersifat privat. Menag diminta fokus pada usaha mengatur kehidupan dan kerukunan umat beragama.

Menurut Menag, sejak awal sebenarnya ia tidak bermaksud masuk pada wilayah keyakinan yang bersifat pribadi, berupa pengamalan ajaran agama. Menurutnya, radikalisme yang disampaikan itu dalam konteks politik, menjaga keamanan dan keutuhan NKRI. 

"Konteks radikalisme yang saya sampaikan, lebih pada menggugah perhatian kita semua untuk bersama menjaga keamanan dan keutuhan NKRI,” tegasnya.

Karena konteksnya politik, lanjut dia, tentu faktornya banyak. Selain agama, radikalisme juga bisa terkait dengan liberalisme, ekonomi, dan faktor lainnya. Jadi tidak semata faktor agama. “Karena Menteri Agama, maka bicaranya ya pada wilayah keagamaan. Untuk membedakan, mungkin ke depan kani akan menggunakan istilah penguatan moderasi beragama,” ujarnya.

Soal cadar dan celana cingkrang, Menag mengatakan bahwa hal itu ditujukan untuk para ASN (Aparat Sipil Negara). Konteksnya adalah rencana menerbitkan aturan terkait seragam ASN. “Saya kira, kalau aturan kepegawaian, sudah semestinya dipatuhi oleh seluruh aparatur, termasuk soal seragam. Nah, ini yang diwacanakan akan diterbitkan,” ujarnya.

Menag juga menegaskan, proses menemukenali beragam permasalahan umat beragama yang terkait dengan tugas Kementerian Agama akan terus dilakukan.

Pihaknya juga telah mempresentasikan sejumlah program dan kegiatan untuk peningkatan kualitas kehidupan keagaman di Indonesia, baik menyangkut kerukunan, pendidikan agama dan keagamaan, serta haji dan sertifikasi halal.

"Ada sejumlah target yang sudah dirumuskan. Penguatan moderasi beragama yang sudah masuk dalam RPJMN 2020-2024 juga kan segera diterjemahkan dalam bentuk program konkrit," tururnya. 

Karena itu Menag RI Fachrul Razi berharap polemik terkait radikalisme, cadar, dan celana cingkrang disudahi. Kementerian Agama akan fokus ke depan untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh umat beragama. "Polemik tentang itu sudah clear," tambahnya. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration