Selasa, 12 November 2019
Peristiwa - Daerah

Melihat Budidaya Ikan dengan Sumber Air Pegunungan di Probolinggo

Melihat Budidaya Ikan dengan Sumber Air Pegunungan di Probolinggo Ibu-Ibu Desa Keben, Gading, Probolinggo berlatih aneka olahan ikan, kerjasama dengan KKN Unuja Probolinggo (foto: Yahya/TIMES Indonesia)
Kamis, 07 November 2019 - 20:00

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGOBudidaya ikan tak hanya bisa dilakukan di laut atau dataran rendah. Di pegunungan, budidaya juga bisa dilakukan, memanfaatkan sumber air pegunungan. Seperti yang dilakukan di Desa Keben, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.  

Dengan memanfaatkan sumber mata air pegunungan yang melimpah, warga desa ini memulai budidaya perikanan air tawar, sejak setahun terakhir. Jenis ikan yang dibudidaya adalah Lele dan Nila.

Budidaya-Ikan-2.jpg

Hingga kini, sudah ada belasan kolam ikan di Desa Keben. Ada yang diisi Lele, ada juga yang diisi ikan hias, yaitu Nila. Umumnya, kolam diletakkan di pekarangan rumah warga, sehingga mudah dipantau perkembangannya.

Minat warga untuk mengembangkan budidaya ikan cukup tinggi. Kamis (7/11/2019) misalnya, mereka berlatih budidaya ikan air tawar, bekerja sama dengan mahasiswa KKN Unuja Probolinggo.

Mendatangkan instruktur dari Seksi Budidaya Perikanan Air Tawar dan Payau, pada Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo.

Tak hanya pria, di hari yang sama, ibu-ibu rumah tangga di desa ini juga berlatih pengolahan ikan. Instrukturnya, dari Bidang Bina Usaha Perikanan, juga dari Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo.

"Pelatihan ini sebagai wujud pengabdian kami sebagai mahasiwa kepada masyarakat, sambil mengamalkan ilmu yang diproleh di kampus," kata Koordinator KKN Desa Keben, Sulaiman Dadang.

Data Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo menyebutkan, pemanfaatan mata air pegunungan untuk budidaya ikan tak hanya ada di Keben. Sejumlah desa lain di dataran tinggi, juga melakukannya.

Antara lain Desa Betek Taman, Wangkal, Gading Wetan, Prasi, dan Desa Dandang. Semuanya berada Kecamatan Gading, di wilayah pegunungan.

Di Kecamatan Tiris, budidaya dilalukan di Desa Andung Biru, Andung Sari, dan Ranu Agung. Kemudian di Kecamatan Lumbang, budidaya dengan mata air pegunungan dilakukan di Desa Purut dan Lumbang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, Dedy Isfandi mengatakan, budidaya perikanan air tawar tak mengenal tempat. "Di Betek taman, penjualannya sampai ke luar daerah. Ikan Nila," katanya.

Sumber mata air pegunungan yang terus mengalir, dinilai cocok untuk budidaya ikan. Terutama ikan hias, atau ikan arus deras lainnya. "Di pegunungan, airnya mengalir terus, tak usah pakai mesin," kata Nito, salah satu pembudidaya di Desa Keben, Probolinggo. (*)

Jurnalis : Muhammad Yahya (MG-46)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration