Selasa, 12 November 2019
Peristiwa - Daerah

Diangkat dari Dasar Bengawan Solo, Perahu Baja Diserahkan ke Pemkab Lamongan

Diangkat dari Dasar Bengawan Solo, Perahu Baja Diserahkan ke Pemkab Lamongan Bupati Lamongan, Fadeli, melihat-lihat perahu baja yang sementara diletakkan di halaman Kantor Disparbud Lamongan, Kamis (7/11/2019). (FOTO: MFA Rohmatillah/ TIMES Indonesia)
Kamis, 07 November 2019 - 17:50

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Hari ini satu perahu baja yang berhasil diangkat dari dasar Sungai Bengawan Solo di Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan telah diserahkan kepada Pemkab Lamongan, Kamis (7/11/2019).

Perahu tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Fitra Arda kepada Bupati Lamongan, di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan.

Bupati-Lamongan-2.jpg

Fitra mengatakan, Meski sudah diserah terimakan kepada Pemkab Lamongan, namun proses penelitian terhadap perahu yang diduga peninggalan Perang Dunia pertama itu akan terus berlanjut, guna memastikan nilai sejarahnya.

"Kalau ini dari Perang Dunia pertama misalnya, kita bisa melihat bagaimana peran sungai Bengawan Solo waktu itu, begitu juga dengan Lamongan. Ini yang harus kita tindaklanjuti ke depan," kata Fitra.

Selain untuk mengetahui nilai sejarah, penelitian yang dilakukan juga sekaligus untuk mengungkap bagaimana cerita di balik penemuan perahu tersebut.

"Yang lebih utama sebenarnya adalah disamping kita lestarikan, kita lindungi kapal ini, tentu adalah apa cerita dibalik kapal ini. Nah untuk mengungkap itu kita perlu lakukan penelitian," ujarnya.

Bupati-Lamongan-3.jpg

Fitra menambahkan, sembari menjalankan proses penelitian, Ia juga menyarankan agar Pemkab Lamongan segera mendaftarkan perahu tersebut sebagai cagar budaya.

"Setelah kita serahkan, tentu nanti teman-teman dari kabupaten akan melakukan pendaftaran di registrasi nasional, setelah didaftarkan nanti akan kita verifikasi dan kemudian ditetapkan sebagai cagar budaya," tuturnya.

Namun sebelum melangkah ketahap itu, kata Fitrah, hal pertama yang dilakukan adalah perawatan terhadap perahu, agar bisa bertahan lebih lama.

"Sambil jalan tentu kita akan lakukan perawatan dan kita mendatangkan teman-teman dari Balai Konservasi Borobudur yang memang ahli di bidang itu. Karena awalnya dia ada di lumpur kan sekarang ada di darat, tentu berbeda suhunya, nah ini yang perlu kita teliti, sehingga jangan sampai hanya setahun sudah hancur," ucap Fitra.

Sementara itu, Bupati Lamongan, Fadeli mengaku pihaknya memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga dan merawat perahu baja yang ditemukan di dasar Bengawan Solo tersebut, sebagai aset Kabupaten Lamongan. "Nanti pengamanan dan perawatannya seperti apa kita menunggu petunjuk dari beliau (Fitra), seperti apa nanti kita siap," kata Fadeli. (*)

Jurnalis : MFA Rohmatillah
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Lamongan

Komentar

Registration