Jum'at, 15 November 2019
Peristiwa - Daerah

Tuban Dipilih Menjadi Pusat Benih Jagung Hibrida Nasional

Tuban Dipilih Menjadi Pusat Benih Jagung Hibrida Nasional Pengembangan Kawasan Jagung Perbenihan Berbasis Korporasi Petani, di desa Kebonharjo, Jatirogo, Tuban, Kamis (07/11/2019). (Foto: Humas Pemkab For TIMES Indonesia)
Kamis, 07 November 2019 - 17:33

TIMESINDONESIA, TUBAN – Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan RI) Dr. Ir. Mohammad Takdir Mulyadi, MM, bersama Bupati dan Wakil Bupati Tuban melakukan Panen dan Tanam Pilot Project Pengembangan Kawasan Jagung Perbenihan Berbasis Korporasi Petani, di Desa Kebonharjo, Jatirogo, Kamis (7/11/2019).

Acara itu juga diikuti Kepala Puslitbangtan RI, Kepala BPP Malang, Dandim 0811/Tuban, Kadistan Tuban, petani jagung, dan warga sekitar.

Dalam sambutannya, Mohammad Takdir Mulyadi menyatakan bahwa Kabupaten Tuban akan dikembangkan menjadi sentra benih jagung hibrida di Jawa Timur dan nasional, bahkan mampu diekspor hingga keluar negeri.

Pengembangan benih itu dilakukan di 7 provinsi di Indonesia dengan maksud menyiapkan ketersediaan benih jagung nasional. Kabupaten Tuban dipilih menjadi pilot project karena memiliki potensi luas lahan tanam mencapai 113 ribu hektare (Ha). Selain itu, juga menjadi  kabupaten yang paling berkontribusi terhadap pengembang jagung di Jawa Timur.

"Oleh karena itu, petani perlu mendapat pendampingan dan pengetahuan tentang pembenihan.  Ini tahun pertama, dan akan dilanjutkan dengan garansi 3 tahun," katanya.

Lebih lanjut, Kementan RI memberi perhatian terhadap pendampingan pengembangan perbenihan jagung korporasi petani. Pengembangan benih jagung mencakup benih hasil produksi bangsa Indonesia dan merupakan benih asli hasil karya anak bangsa. Selain itu, Kementan juga mengupayakan adanya dukungan sarana dan prasarana pasca panen guna peningkatan hasil pertanian. Berbagai kebijakan dan program kerja yang dikembangkan bertujuan meningkatkan nilai tambah petani dan menyejahterakan petani.

Takdir Mulyadi menuturkan pihaknya akan melakukan evaluasi kinerja terhadap atas inovasi pembenihan ini. Kabupaten Tuban akan menjadi percontohan bagi daerah lain yang ingin mengembangkan perbenihan jagung.

Terpilih kabupaten Tuban sebagai pilot project pengembangan kawasan jagung perbenihan berbasis korporasi korporasi petani, disambut gembira oleh Bupati Tuban, H. Fathul Huda.

Bupati mengungkapkan, terpilihnya Tuban, sebagai pilot project tentu mendukung upaya Pemkab Tuban dalam rangka pengembangan pertanian sekaligus pelaksanaan ketahanan pangan yang merupakan wujud penerapan ketahanan nasional.

Dijelaskan Bupati, potensi Kabupaten Tuban di bidang pertanian sangat baik mengingat luas tanam jagung mencapai 107 ha dengan panen 623 ribu ton. "Tidak hanya itu, produksi padi surplus hingga 65 persen. Capaian tersebut hasil adopsi berbagai kemajuan teknologi pertanian," jelasnya.

Bupati Huda berharap adanya perusahaan pengelola hasil pertanian di Kabupaten Tuban. Sehingga mampu menyerap hasil pertanian seperti jagung, padi, maupun holtikultura lainnya. "Juga untuk menyerap tenaga kerja di Kabupaten Tuban," harapnya. 

Pada kesempatan yang sama Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA., menegaskan pihaknya siap mendukung pengembangan benih jagung di Kabupaten Tuban. Pengembangan benih ini didukung oleh lembaga dan badan Litbang yang sudah berstandar Pusat Unggulan Inovasi (PUI).

"Benih-benih yang dikembangkan telah memiliki lisensi dan unggulan. Ini menjadi jaminan mutu kaitannya pengembangan benih," ujarnya. 

Haris Syahbudin menerangkan pengembangan pertanian harus digerakkan semua pihak. Sinergitas stakeholder akan mampu mewujudkan ketahanan pangan jangka panjang. (*)

Jurnalis : Safuwan
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Tuban

Komentar

Registration