Peristiwa - Daerah

Pakai Prosigab, Cara BPBD Probolinggo Amati Pancaroba

Pakai Prosigab, Cara BPBD Probolinggo Amati Pancaroba Tampilan Prosigab berbasis android. (FOTO: Happy/TIMES Indonesia)
Kamis, 07 November 2019 - 15:37

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGOBPBD Kabupaten Probolinggo memanfaatkan Prosigab untuk memantau cuaca dan potensi bahaya selama musim pancaroba atau peralihan musim kemarau ke musim hujan.

Prosigab, merupakan akronim dari Probolinggo Siaga Bencana. Berbasis aplikasi android dan laman web, yang bisa di akses masyarakat Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Ini diharapan mempermudah masyarakat, memantau perkembangan cuaca secara real time, atau sesuai kondisi saat ini.

Kanal tersebut, menyajikan berbagai fitur yang memudahkan masyarakat. Dalam memantau fluktuasi cuaca, seperti kekeringan, intensitas hujan, rawan bencana kebakaran, banjir, angin puting beliung dan tanah longsor.

“Dalam aplikasi prosigab masyarakat juga bisa berkontribusi secara aktif. Untuk antisipasi dan mitigasi bencana. Dengan cara ikut aktif melaporkan kondisi cuaca terkini di daerah mereka masing-masing,” kata Staf Pusat Data Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Aries Setiawan, Kamis (7/11/2019).

 

Cara ini, juga ditempuh untuk memberikan informasi akurat pada masyarakat. Simpang siur informasi sebelum, saat terjadi dan pasca bencana, cenderung membuat masyarakat semakin panik.

Keberadaan aplikasi Prosigab tersebut, diharapkan mampu meminimalisir kepanikan dan menekan informasi tidak valid. Agar proses penanggulangan bencana dapat dilakukan dengan baik dan benar.

 

Sementara itu, memasuki musim pancaroba Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Sugeng Supri Yoga mengimbau pada seluruh masyarakat, agar segera mempersiapkan diri dari segala kemungkinan dampak bencana.

“Untuk menekan potensi bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor, masyarakat diminta segera mengambil langkah pencegahan berupa pembersihan saluran drainase dan sungai. Agar saat terjadi limpahan air hujan tidak menyebabkan banjir,” jelas Sugeng.

Penanaman kembali paska banyaknya kebakaran lahan dan hutan perlu dilakukan kembali. Serta pemangkasan ranting pohon rindang yang berdekatan dengan permukiman agar tidak roboh saat diterjang angin kencang.

Sejauh ini, peran serta masyarakat dalam melaporkan perkembangan terkini kondisi cuaca, serta kerawanan bencana di daerah masing-masing masih cenderung minim. Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo selama ini melakukan pemantauan kejadian bencana. Melalui informasi di media sosial dan laporan berita di media. Prosigab, diharapkan mampu merangsang minat masyarakat untuk aktif berbagi informasi kerawanan bencana. (*)

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration