Peristiwa - Daerah

Wamenkeu RI: Komunikasikan Logika APBN dengan Jelas

Wamenkeu RI: Komunikasikan Logika APBN dengan Jelas Wamenkeu Suahazil Nazara. (FOTO: Kemenkeu)
Kamis, 07 November 2019 - 13:42

TIMESINDONESIA, JAKARTAWakil Menteri Keuangan, Suahazil Nazara mengingatkan agar para pejabat dan pegawai Ditjen Perbendaharaan mampu mengkomunikasikan secara baik dan jelas tentang logika APBN sebagai alat bukan tujuan kepada masyarakat.

Menurutnya, APBN adalah alat, maka kebijakan pemerintah harus bersifat fleksibel, responsif dan tepat waktu dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan internal dan external yang selalu berubah.

Berbicara saat mewakili Menteri Keuangan (Menkeu) pada acara Rapimnas Ditjen Perbendaharaan 2019 yang mengusung tema “Mengawal APBN untuk Indonesia Maju” di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (06/11/2019), Wamenkeu juga mengingatkan pelaksaannya selalu berpedoman pada arahan Presiden RI Joko Widodo dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati, yaitu setiap pekerjaan/kebijakan harus dipastikan sudah ter-delivered dengan baik (mencapai tujuannya) dan mendorong adanya inovasi terus-menerus untuk perbaikan kualitas pekerjaan.

APBN, kata dia, adalah alat untuk mencapai tujuan, misalnya menjaga pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, ketimpangan, dan lain sebagainya. "Sebagai instrumen untuk mengelola perekonomian, maka APBN dipakai. Kita manage," ujarnya.

Wamenkeu menegaskan hal itu untuk menjawab banyak pihak yang menilai, bahwa tidak tercapainya target pertumbuhan ekonomi, penerimaan pajak dan terjadinya defisit serta naiknya nilai utang menunjukkan kegagalan pemerintah dalam mengelola ekonomi.

Padahal pelebaran defisit dan meningkatnya nilai utang tersebut hanyalah alat untuk countercyclical untuk mendorong perekonomian Indonesia di tengah lesunya kondisi perekonomian global.

Jadi sepanjang masih dalam batas pengelolaan yang prudent, pemerintah tidak memandang tabu menggunakan kebijakan pelebaran defisit dan penambahan utang agar momentum pertumbuhan tetap terjaga, menurunkan kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan menciptakan lapangan pekerjaan.   

“Kita mengelola perekonomian nasional menggunakan APBN. Artinya kita ingin perekonomian itu tetap bisa menjaga momentum pertumbuhan, menjaga momentum penurunan kemiskinan, menjaga momentum penurunan ketidakmerataan dan menciptakan lapangan kerja. APBN kita pakai untuk 4 hal itu,” jelas Wamenkeu.  

Itulah sebabnya Wakil Menteri Keuangan, Suahazil Nazara mengingatkan agar para pejabat dan pegawai Ditjen Perbendaharaan mampu mengkomunikasikan secara baik dan jelas tentang logika APBN sebagai alat bukan tujuan tersebut kepada masyarakat dan stakeholders terkait lainnya. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration