Selasa, 19 November 2019
Pendidikan

Belajar di Luar Kelas SDI Kota Blitar Diisi dengan Permainan Tradisional

Belajar di Luar Kelas SDI Kota Blitar Diisi dengan Permainan Tradisional Siswa SDI Kota Blitar sedang bermain lompat karet pada kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas,Kamis (7/11/2019). (Foto: Sholeh/TIMES Indonesia)
Kamis, 07 November 2019 - 11:43

TIMESINDONESIA, BLITAR – Ratusan SD Islam Kota Blitar terlihat ceria mengikuti kegiatan di luar kelas. Kegiatan ini sengaja digelar oleh SD Islam Kota Blitar sebagai wujud program Sehari Belajar di Luar Kelas yang  serentak dilaksanakan di Indonesia dalam rangka memperingati hari anak internasional. 

Dalam kegiatan belajar di luar kelas yang dilaksanakan di Alun Alun Kota Blitar itu, Siswa SD Islam Kota Blitar tidak diberi materi akademik seperti hari hari biasanya, namun mereka diajak untuk  bermain permainan tradisional.

Belajar-Luar-Kelas-2.jpg

Guru Kelas Tiga SDI Kota Blitar Muhammad Safiq mengatakan, siswa diajak bermain permainan tradisional seperti lompat karet, kucing kucingan dan  melepaskan diri dengan holahop.

"Pertama menyanyikan lagu Indonesia raya, kemudian senam, biar nanti anak anak ketika bermain tidak cidera," urainya Kepada TIMES Indonesia.

Muhammad Safiq menambahkan, permainan tradisional merupakan tradisi yang sudah ada sejak dulu. Melalui Belajar di Luar Kelas ini, pihaknya ingin supaya anak anak mengerti dan tidak lupa permainan tradisional.

Ediisi-Kamis-7-November-2019-hal-1blitar-pelajarb4a6c7391b0980fa.jpg

"Kegiatan ini juga untuk merefresh anak anak didik biar tidak terkuras tenaganya belajar di dalam kelas. Kelihatanya pun anak anak bahagia belajar di luar kelas," tambahnya.

Muhammad Safiq, saat ini SD Islam Kota Blitar memiliki 700 siswa. Sekolah itu menerapkan Full day school sehingga Para siswa belajar dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. belajar di luar kelas.

"Anak anak jam 10 Istirahat untuk Sholat Dhuha, kemudian masuk lagi sampai jam 11.30, makan siang setelah itu shalat dhuhur. jam 2 mereka masuk kelas lagi sampai asyar setelah itu baru pulang," jelasnya. (*)

Jurnalis : Muhammad Sholeh
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Blitar

Komentar

Registration