Peristiwa - Daerah

Seniman Yogyakarta Sindir Pemerintah Lewat Pentas Teater

Seniman Yogyakarta Sindir Pemerintah Lewat Pentas Teater Suasana Pementasan Teater dari Bengkel Mime Theatre di Indie Art House Yogyakarta. (FOTO: Desty Luthfiani/TIMES Indonesia).
Kamis, 07 November 2019 - 10:26

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Empat seniman Yogyakarta dan Solo Bengkel Mime Theatre mengadakan pementasan berjudul Tawa Air Mata di Indie Art House, Yogyakarta, Rabu (6/11/2019) malam.

Pementasan teater ini menyindir pemerintah dan politisi tentang fenomena yang terjadi akhir-akhir ini terjadi di tanah air seputar perebutan kekuasaan. 

Bengkel-Mime-Theatre-2.jpg

Gambaran itu tergambar jelas pada pementasan teater pantomim kontemporer.

Pada dasarnya, seni pantomim adalah seni yang disajikan disebuah panggung pertunjukan selain gerak dan mimik unsur-unsur panggung seperti ruang dan properti turut dihadirkan. Meski tidak menggunakan pantomim klasik tapi pementasan ini tetap menggunakan dasar-dasar oantomim dari segi gerakan, ekspresi dan imajinasi.

Sutradara Pentas Teater, Andy Eswe mengatakan, secara tidak sadar sesungguhnya manusia dari satu rahim yang sama. Tapi, karena ambisi racun kekuasaan dan teknologi manusia tidak menyadari bahwa dirinya adalah binatang. Bahkan, diantara manusia memilih jalan perang yang seolah-olah menjadi jawaban atas persoalan yang dihadapi.

Bengkel-Mime-Theatre-3.jpg

"Bahkan, di tengah masyarakat ada yang sampai sama ibunya sendiri tidak kenal," kata Andy.

Gagasan referensi pementasan dan latihan ini dilakoni para pemain pentas teater selama tiga bulan. Kerja kreatif ini melibatkan seniman Yogyakarta dan Solo. Ada 4 pemain sekaligus sutradara pementasan teater yang menyindir pemerintah yaitu Ficky Tri Sanjaya, Yudha Rena Maharani, Dinarto Ayub Marandi, dan sutradara sekaligus aktor Andy Sri Wahyudi. (*)

Jurnalis : Desty Luthfiani (MG-215)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Registration