Selasa, 19 November 2019
Politik

Populi Center Diskusikan Kejanggalan Anggaran DKI 2020

Populi Center Diskusikan Kejanggalan Anggaran DKI 2020 Beginilah suasana diskusi mesia Populi Center (Foto: Edi Junaidi Ds/TIMES Indonesia)
Rabu, 06 November 2019 - 19:05

TIMESINDONESIA, JAKARTAPopuli Center menggelar Diskusi Media dengan tema "Kejanggalan Anggaran DKI 2020" di kantor Populi Center, Kompleks Mandiri Blok O No 12, Jl. Letjen. S. Parman, Palmerah, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (6/11/2019).

Diskusi media itu diikuti oleh sejumlah wartawan yang berada di Ibu kota, baik TV, media online dan cetak. Tidak hanya wartawan, tapi juga dihadiri oleh sejumlah peneliti lain dari berbagai universitas, juga anggota Populi Center.

Populi Center menghadirkan pemateri, antara lain jubir DPW PSI DKI Jakarta Rian Ernest; Sekretaris Jendral Seknas Fitra, Misbah Hasan; dan peneliti Populi Center, Nona Evita.

"Jadi intinya, dari diskusi ini bisa sekalian kita buka-bukaan hasil survei Populi Center perkembangan terkini Ibu Kota Jakarta, termasuk anggaran RAPBD yang saat ini sedang rapai diperbincangkan," ujar Nona Evita.

Dalam diskusi itu, Evita menjelaskan data hasil penelitian Populi Center terkait transparansi data yang saat ini dianggap kurang tepat. Kata dia, sengaja sampel penelitian lembaganya mengambil Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Menurutnya, Ahok menjadi sampel utama sebagai perbandingan data bagi gubernur Anies Baswedan yang saat dinilai angka kepuasan publiknya sangat buruk.

"Jadi sampel penelitianya kita mengambil gubernur Ahok. Kenapa kita mengambil gubernur Ahok dan tidak gubernur yang lain, karena hanya pemerintahan Gubernur Ahok yang paling dekat dengan Anies," ucap Evita.

"Dalam data survei kami, ditemukan bahwa angka kepuasan publik pada kebijakan Ahok masih di urutan pertama dan kebijakan anies di urutan kedua. Kebijakan Ahok 43 sedangkan Anies sebesar 43," kata peneliti Populi Center, Nona Evita dalam paparannya pada diskusi media bertema "Kejanggalan Anggaran DKI 2020". (*)

Jurnalis : Edy Junaedi Ds
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration