Kopi TIMES

Pilkada 2020: Menanti Strategi Pembangunan Manusia Kabupaten Malang

Pilkada 2020: Menanti Strategi Pembangunan Manusia Kabupaten Malang Harianto, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Malang periode 2017-2018, Mahasiswa Pasca sarjana Brawijaya
Rabu, 06 November 2019 - 14:11

TIMESINDONESIA, MALANG – Tahun depan (2020), pemilihan kepala daerah (Pilkada 2020) serentak kembali akan digelar. Di jawa timur sendiri, pilkada serentak tahun 2020 akan diikuti 19 kabupaten/kota, salah satu diantaranya yaitu Kabupaten Malang.

Hajatan 5 tahunan daerah yang dalam rangka melahirkan pemimpin daerah secara demokratis ini, diharapkan lebih bercita-rasa gagasan khususnya dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) yang ada kabupaten Malang.

Lapangan gagasan dalam Proses Pilkada tahun 2020 musti didorong untuk diperluas. Hal ini penting agar setiap masalah, tantangan dan potensi yang di kabupaten Malang betul-betul tereksplorasi secara menyeluruh.

Seperti pada tujuan lahirnya otonomi daerah, kewenangan pemerintahan daerah dalam mengelola dan memajukan daerahnya secara mandiri memungkinkan daerah untuk mengembangkan kehidupan demokrasi, pemerataan, keadilan, mendorong dalam memberdayakan masyarakatnya dan meningkatkan peran serta masyarakat.

Pada era globalisasi, tekonologi, bonus demografi yang disertai oleh dukungan sistem yang memadai saat ini, sudah semestinya gerak dan geliat pembangunan SDM di kabupaten Malang berjalan lebih cepat dan optimal. Kedepan Kepala daerah selain merupakan representasi kehendak rakyat, juga sekaligus harus merepresentasikan gelombang setiap perubahan zaman. 

Seni kepemimpinan daerah diera saat ini dibutuhkan figur dengan gagasan berenergi tinggi dan memiliki kecepatan serta ketepatan dalam eksekusi. Dengan begitu diharapkan akan memunculkan inovasi dan nilai kebaruan dalam pembangunan Manusia kabupaten Malang yang berkualitas dan berdaya saing.

Prioritas pembangunan SDM yang menjadi agenda pemerintahan Jokowi dalam 5 tahun kedepan, musti dituangkan dalam strategi yang lebih real dan tepat oleh kepala daerah kabupaten Malang yang akan datang.

Mengingat kualitas SDM yang dimiliki akan sangat membantu dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat guna memaksimalkan setiap potensi kabupaten Malang yang ada.

Berdasarkan data BPS Pada tahun 2018 Indeks pembangunan manusia (IPM) kabupaten Malang sebesar 69.40. IPM tersebut terlihat terus meningkat dari tahun ke tahun, meskipun masih dibawah rata-rata IPM Provinsi jawa timur yang sebesar 70.77 dan berada pada peringkat ke-24 dari 38 kabupaten/kota di jawa Timur.

Dari sisi IPM komponen pendidikan, kabupaten Malang tahun 2018 rata-rata lama sekolah (RLS) sebesar 7.18 tahun dan memilik harapan lama sekolah (HLS) sebesar 12.87 tahun. RLS dan HLS kabupaten Malang tersebut berturut-turut berada pada peringkat ke-23 dan ke-24 dari 38 kabupaten/kota di jawa Timur.

Sedangkan dari segi kondisi kemiskinan, berdasarkan data BPS 2018 kemiskinan di kabupaten Malang sebesar 10,37 persen atau sebesar 268.490 jiwa. Persentase tersebut jika diperingkatkan, kabupaten Malang menempati peringkat ke-18 daerah termiskin dari 38 kabupaten/kota di jawa timur.

Ulasan diatas diharapkan menjadi salah satu alternatif isu penting yang akan terus berkelindan dalam proses lahirnya kepala daerah Kabupaten Malang. Jauh lebih berharga isu-isu dalam Pilkada 2020 yang akan datang terus berputar disekitaran gagasan, daripada Isu SARA yang sangat menguras emosi dan berpotensi pada buruknya relasi sosial di masyarakat. Oleh sebab itu, gagasan dan strategi yang bertenaga yang dimiliki calon- calon kepala daerah Kabupaten Malang patut kita tunggu.(*)

*) Penulis, Harianto, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Malang periode 2017-2018, Mahasiswa Pasca sarjana Brawijaya

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Jurnalis :
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration