Kopi TIMES

Pancasila di Hati atau Terpendam Mati?

Pancasila di Hati atau Terpendam Mati? An Nisa Salsa Bela (Grafis: TIMES Indonesia)
Selasa, 05 November 2019 - 16:53

TIMESINDONESIA, MALANGPANCASILA merupakan ideologi bangsa Indonesia untuk mengatur segala kehidupan masyaratakat yang bersifat reformatif, dinamis dan terbuka. Pada dasarnya, Pancasila menggambarkan kenyataan sosial dan kebenaran cultural masyarakat Indonesia. Penyelenggaraan Pancasila harus didasari aksi luhur dan pendekatan hati agar tumbuh dan melekat dalam kehidupan masyarakat.

Dalam konsensus politik, Pancasila menjadi dasar berdirinya bangsa Indonesia yang berkembang menjadi konsesus moral yang digunakan sebagai sistemetika dalam mengkaji moralitas bangsa dalam konteks hubungan berbangsa dan bernegara. Dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, etika politik menuntut agar kekuasaan dalam Negara dijalankan sesuai dengan asas lestimasi hukum, yaitu dijalankan sesuai dengan hokum dan dilaksanakan berdasarkan legitimasi moral.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Pancasila bukan hanya sebagai dasar ideologi saja, di dalamnya juga terdapat sosok yang memiliki peran penting yaitu para pemuda. Pemuda berperan sebagai pilar pondasi bangsa penggerak pembangunan nasional khususnya untuk memastikan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi yang cocok dan sesuai dengan kepribadian bangsa yang harus dilestarikan.

Saat ini kita dihadapkan pada kondisi permasalahan yang kurang kondusif. Tanpa disadari banyak permasalahan dalam negeri ini karena, masyarakat Indonesia pada umumnya mudah termakan berita hoaks atau berita bohong yang disebarkan oleh profokator yang bertujuan untuk menjatuhkan, menindas dan melemahkan suatu instansi, kelompok, maupun perseorangan yang berakibat pada perpecahan.

Di sisi lain masalah globalisasi yang terus menerus masuk tanpa ada penyaringan akan berdampak pada ideologi Pancasila karena globalisasi membawa ideologi liberal dan ideologi kapitalis yang terus-menerus menggerus ideologi Pancasila karena sudah tidak lagi menjadi tuntutan hidup masyarakat Indonesia.

Hal yang dapat dilakukan pemuda dan masyarakat dalam menjaga sila Pancasila sangatlah mudah, sebagai contoh menjadi pribadi yang menjalankan syariat agama sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan masing-masing, saling membantu antar sesame tanpa memandang siapa yang akan dibantu, berpartisipasi gotong-royong dalam berbagai hal di masyarakat, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, dan lain-lain.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Di dalam kampus misalnya, melalui kegiatan Resimen Mahasiswa (Menwa) bias menjadikan wadah bagi mahasiswa untuk melindungi NKRI. Selain itu, organisasi lain yang ada di kampus bias menjadikan mahasiswa secara langsung menerapkan nilai-nilai Pancasila yaitu dengan musyawarah, kegiatan bakti sosial, dan lain-lain. Dengan pendidikan yang semakin modern, mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan harus diberikan kemahasiswaan agar tetap menjaga keutuhan nilai-nilai Pancasila serta menjadikan Pancasila sebagai landasan di berbagai hal.

Demi terciptanya keutuhan NKRI diharapkan generasi emas Indonesia yaitu para pemuda bangsa mampu mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dan bergerak ke hal yang lebih baik. Dalam hal ini generasi pemuda selalu mengedepankan nilai akhlak dan moral dalam Pancasila sebagai suatu pandangan hidup dalam kesseharian.

Para pemuda harus berada di barisan depan untuk menjadi penyokong bangsa dalam melawan segala hal yang akan menghancurkan bangsa dan negara. Karena semangat para pemuda selalu berkobar seperti pahlawan kemerdekaan yang berjuang mati-matian demi mempertahankan kemerdekaan.

Selain itu, pemuda juga harus memakmurkan NKRI yang berideologi Pancasila berdasarkan konstitusi UUD 1945 dengan etos dan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga, masa depan nasib generasi penerus bangsa Indonesia ke depan tidak berada di jalan yang salah. Semangat wahai pemuda! Jadilah Indonesia yang lebih baik. (*)

*)Penulis: An Nisa Salsa Bela, Mahasiwa Fakultas Ilmu Administrasi Prodi Administrasi Negara, Universitas Islam Malang

Jurnalis :
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

Komentar

Registration