Peristiwa - Daerah

Meski Bersaing dengan Ponpes, SMADA Keluar Sebagai Juara Festival Nasyid

Meski Bersaing dengan Ponpes, SMADA Keluar Sebagai Juara Festival Nasyid Salah satu perwakilan grup Nasyid SMADA saat menerima hadiah dari ketua WPP Bondowoso (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia).
Minggu, 27 Oktober 2019 - 16:18

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – SMA Negeri 2 (SMADA), akhirnya keluar sebagai juara pertama, dalam gelaran Festival Nasyid Hari Santri Nasional (HSN) 2019, Minggu (27/10/2019).

Meski sekolah negeri, SMADA mampu bersaing dengan sejumlah pondok pesantren, dalam festival yang diselenggarakan Wanita Persatuan Pembangunan (WPP), di GOR Pelita tersebut.

Salah seorang pelatih sekaligus pendamping grup nasyid SMADA, Sholeh Yazid mengatakan, bahwa persaingan cukup ketat, karena harus bersaing dengan pondok pesantren yang terbiasa dengan lagu-lagu nasyid.

Festival-Nasyid.jpg

“Anak pesantren kan makharijul hurufnya (pelafalan bahasa arab) pintar, sudah terbiasa dan sangat bagus, karena diucapkan setiap hari. Sementara di SMADA tidak setiap hari melafalkan kalimat berbahasa arab,” katanya.  

Namun demikian, pihaknya mendorong agar anggota group Nasyid SMADA yang terdiri dari lima orang itu, terus belajar terutama dalam olah vocal.

“Kami mempersiapkan semenjak memperoleh undangan, sekitar sebulan sebelum hari H. Alhamdulillah hasilnya sangat memuasakan,” ucapnya.

Dia sangat mengapresiasi raihan peserta didiknya itu. Mengingat, mereka tidak terlalu punya banyak waktu untuk latihan.

“Karena di SMADA itu untuk ekstra kulikuler waktunya sedikit, namum dimanfaatkan dengan sangat baik sama anak-anak,” tuturnya.

Dijelaskan Yazid, bahwa di SMADA memang ada ekstra kulikuler yang bergerak di bidang keagamaan, mulai dari kajian termasuk nasyid islami.

“Dalam satu minggu, siswa diberi waktu satu hari untuk olah bakat. Di sana anak-anak latihan mempersiapkan diri,” jelas guru agama ini.

Namun terpenting, atas diraihnya juara ini, peserta didik semakin semangat dalam mempelajari agama.

“Saya berharap, anak-anak bisa mepraktikkan agama yang rahmatan lil alamin. Sehingga anak-anak tidak mudah terpapar paham radikal, yang kian meresahkan,” harapnya.

Sementara dalam Festival Nasyid itu, setiap grup diwajibkan membawakan lagu ‘Hari Santri’ dan ‘Ayo Mondok’. Sementara untuk lagu bawaan, SMADA menampilkan lagu ‘Kun Anta’.

Atas diraihnya juara pertama dalam Festival Nasyid itu, SMADA berhasil membawa pulang hadiah tropi dan uang pembinaan sebesar Rp 1.500.000, yang diserahkan langsung Ketua WPP, Siti Masyarafatul Manna Wassalwa. (*)

Jurnalis : Moh Bahri
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Bondowoso

Komentar

Registration