Jum'at, 15 November 2019
Politik

Dianggap Lebih Dahulukan Profesional, PKS: Syukurlah, Jokowi Masih Ideal 

Dianggap Lebih Dahulukan Profesional, PKS: Syukurlah, Jokowi Masih Ideal  Ketua DPP PKS Abooebakar Alhabsyi (FOTO: www.dpr.go.id)
Rabu, 23 Oktober 2019 - 14:05

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua DPP PKS Aboebakar Alhabsyi menilai Presiden Jokowi masih ideal dalam memilih menteri untuk membantu nya dalam mensukseskan pemerintahan selama lima tahun ke depan.

"Saya mengapresiasi diambilnya nama nama profesional yang sangat jauh dari dunia politik. Seperti penunjukan dr Terawan sebagai Menkes, Wisnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif, Eric Thohir sebagai Menteri BUMN," ujar Abooebakar di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Menurutnya, kehadiran profesional bisa memunculkan banyak ide besar dan kreatif untuk mengembangkan kementerian. Abooebakar menganggap ini adalah langkah berani dari Presiden Jokowi yang bisa membawa harapan baru bagi masyarakat.

Rabu (23/10/2019), beberapa nama menteri yang diperkenalkan presiden rata-rata adalah para incumbent yang selama ini memang telah diakui kemampuannya mengelola kementerian, misalkan saja Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, atau Retno Marsudi di Kementerian Luar negeri. 

Nama-nama tersebut dianggap tidak akan diragukan profesionalitasnya oleh publik, karena selama ini dinilai memiliki kinerja yang baik.

"Namun, ada juga nama yang mungkin juga terlihat asing pada pos kementerian yang ditugaskan. Misalkan saja, Nadiem Makarim dari CEO Gojek diberikan tugas sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ini tentunya publik bertanya latar belakang penunjukan pebisnis sebagai menteri pendidikan," lanjut Abooebakar.

Dia mengaku tidak terlalu bermasalah dengan ditunjuk nya Nadiem Makarim. Sebab dia tergolong pemuda yang sukses dalam mengembangkan usaha gojek sebagai bentuk transformasi dari kemacetan yang selama ini terjadi di Indonesia.

"Tentu saya tidak meragukan kemampuan Mas Nadiem Makarim dalam mengelola bisnis, namun tak salah juga jika saya mengkhawatirkan nasib dunia pendidikan kita kedepan," lanjutnya. 

Namun, terkait posisi Nadiem ini, Abooebakar mengajak masyarakat untuk memberikan Nadiem kesempatan untuk berinovasi dalam dunia pendidikan Indonesia. 

"Ini akan dilihat seperti ada kefidak singkronan pada dunia pendidikan kita, dengan masuknya Nadiem Makarim. Oleh karena itu mari kira beri kesempatan dulu, lalu kemudian kita kritisi jika tidak berhasil. Lantaran ini juga adalah sektor yang sangat menentukan masa depan bangsa," kata Abooebakar Alhabsyi Ketua DPP PKS.(*)

Jurnalis : Edy Junaedi Ds
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration