Peristiwa - Daerah

Ribuan Santri Kirab, Semarakan Hari Santri Nasional di Banyuwangi

Ribuan Santri Kirab, Semarakan Hari Santri Nasional di Banyuwangi Kirab Santri Memperingati Hari Santri Nasional di Banyuwangi. (Foto: Roghib Mabrur/TIMES Indonesia)
Rabu, 23 Oktober 2019 - 04:36

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Ribuan santri Banyuwangi tumplek memadati sepanjang rute yang dimulai di depan kantor Pemerintah Daerah hingga Taman Blambangan selasa 22 oktober 2019 kemarin, dalam rangka memperingati hari santri nasional 2019. Ribuan santri ini datang dari penjuru pondok pesantren seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

Dibuka oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, hari santri menjadi momentum para santri unjuk gigi menjadi lulusan yang berdaya saing tinggi.

Kirab-Santri-2.jpg

"Tahun ini tentu tahun istimewa, karena tahun ini pondok pesantren secara resmi dimuat di dalam lembar negara yaitu undang-undang pondok pesantren, hal ini dalam upaya mendorong mencerdaskan dan menyiapkan SDM di Indonesia," kata Anas, Rabu, (23/10/2019).

Anas menjelaskan bahwa tantangan kedepan semakin berat, pemerintah harus menyiapkan tenaga terampil dari pondok pesantren. Setiap tahunnya lulusan SMA atau SMK 10.000 lebih dan 18.000 anak bayi lahir di Banyuwangi.

"Pesantren ke depan harus mempersiapkan jiwa entrepreneurship bagi para urusannya. Pemda Banyuwangi akan siap bersinergi mewujudkan entrepreneur santri," tegasnya.

Kirab-Santri-3.jpg

Dalam rangkaian HSN 2019 ini, menjadi bagian dari Banyuwangi Festival (B-Fest) dengan tajuk Santri Preneur. Tidak hanya rangkaian seremonial, namun juga digelar sejumlah pelatihan kepada para santri. Seperti internet marketing, roasting kopi, dan beragam ketrampilan lainnya di beberapa pesantren. Hal ini untuk mewujudkan santri yang berjiwa entrepreneur tersebut.

"Sebenarnya, santri memiliki keunggulan dalam dunia kerja. Dengan bakal ilmu agamanya, bisa memupuk integritas. Tinggal menambah dengan skill lainnya, maka akan mantab," tegas Anas.

Selain dihadiri Forpimda dan para santri, juga hadir sejumlah tokoh agama dan masyarakat. Para pengasuh pesantren pun tak ketinggalan. Tampak Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH. Zainullah Marwan, Pengasuh PP. Al-Anwari KH. Achmad Siddiq, dan sejumlah kiai lainnya. Acara ini merupakan sinergi antara Pemda Banyuwangi, PCNU Banyuwangi dan RMI Banyuwangi.

Salah satu peserta kirab santri Maksum Sobih (47) pengasuh pondok pesantren Mamba’ussunah Desa Kebaman, Kecamatan Srono mengungkapkan bahwa santri juga bereperan aktif dalam kemerdekaan Indonesia dimasa lampau dan menjadi ajang merekatkan antar santri dan para ulama.

Kirab-Santri-4.jpg

"acara ini bagus, untuk membutktikan bahwa santri juga ikut andil dalam kemerdekaan Indonesia," kata Maksum.

Maksum menuturkan ia bersama santri se kecamatan Srono serta peserta lain menggunakan pakaian koko, sarung dan peci, sementara perempuannya menggunakan baju muslimah. Ia menginginkan pondok pesantren kedepan harus mampu bersaing dan harus memaksimalkan fasilitas teknologi.

"Harapannya santri semakin diperhatikan lagi, baik dari segi finansial, pembinaan secara umum. Selama ini kita mengedukasi memperdalam ilmu agama, landasan pokok agama, penanaman akhlak karimah dan santri terlibat dalam pemberdayaan masyarakat melalui wawasan teknologi tepat guna," pungkas pria yang juga menjabat sebagai MUI Srono. (*)

Jurnalis : Roghib Mabrur
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration