Peristiwa - Daerah

Akademi Relawan Indonesia Gelar Kuliah Visi Kerelawanan

Akademi Relawan Indonesia Gelar Kuliah Visi Kerelawanan Suasana kuliah visi kerelawanan yang diselenggarakan oleh Akademi Relawan Indonesia. (FOTO: Totok Hidayat/TIMES Indonesia)
Senin, 21 Oktober 2019 - 22:29

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTAAkademi Relawan Indonesia (ARI) menggelar kuliah visi kerelawanan, Minggu (20/10/2019).

Kegiatan yang diadakan bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) yang di pusatkan di Dusun Gondanglegi, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman ini menghadirkan Ketua Dewan Pembina MRI, Ahyudin. Acara ini dihadiri oleh MRI-ACT se-DIY dan Jawa Tengah dengan peserta 80 orang.

Kepala Akademi Relawan Indonesia, Andri Perdana mengatakan, sejak tahun 2018 Akademi Relawan Indonesia yang terletak di Pakem, Sleman terus menyelenggarakan berbagai pelatihan dan pendidikan (diklat) kerelawanan, baik untuk internal relawan yang tergabung dalam organiasasi MRI maupun untuk masyarakat umum.

Andri menambahkan, ada 130 pelatihan yang terdiri dari berbagai bentuk program diklat dengan 4.716 penerima manfaat program. Baik program diklat berupa dasar kerelawanan hingga keterampilan klaster kerelawanan seperti klaster relawan medis, pengelolaan bencana, relawan pendidikan, relawan media jurnalistik, relawan fundrising, pemberdayaan masyarakat dan lingkungan.

“Ke depan, Akademi Relawan Indonesia akan meningkatkan intensitas program diklat yang dibutuhkan oleh relawan agar menguatkan aksi kemanusian baik berupa program lokal, nasional, hingga global,” ujar Andri Perdana.

Ketua Dewan Pembina ACT dan MRI, Ahyudin mengatakan kerelawanan bukan sekedar aktivitas fisik, namun juga non fisik dan edukasi, maka kerelawanan tidak bisa dipisahkan dari aktivitas kemanusiasan, kedermawanan dan kerelawanan. Formulasi strategi membangun kemanusian, kedermanwaan dan kerelawanan yang menjadi satu kesatuan. 

“Kuliah visi kerelawanan ini penting, sebab sebagai bangsa yang sering berhadapan dengan bencana, kita memerlukan kerelawanan yang profesional. Untuk menghadapi bencana yang berisiko perlu tangani oleh relawan yang terampil dan profesional,” terang Ahyudin.

Adanya Akademi Relawan Indonesia merupakan bagian keseriusan lembaga dalam membangun organisasi kerelawanan untuk memberikan aktivitas yang hebat dalam menghadapi berbagai isu kemanusiaan. Sehingga perlu dibentuk akademi yang dapat mengelaborasi gagasan kerelawanan ini tumbuh menjadi visi yang dikonsep dan diorganisasi secara baik.

Ahyudin menjelaskan, sukarelawan bukan pekerjaan yang sepele, enteng, dan biasa-biasa saja. Menurutnya, relawan merupakan sebuah pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan sifatnya profesional. Relawan tidak hanya harus siap pada saat bencana alam saja, tapi juga siap setiap saat.

“Di luar bencana alam, ada bencana lain yang sifatnya laten, yaitu bencana kemiskinan," jelasnya.

Abyudin berharap dari Akademi Relawan Indonesia ini bisa melahirkan energi-energi sumber daya hebat di bidang kerelawanan. Selain itu, dapat memberikan andil positif terhadap lingkungan, baik skala mikro berupa isu lokal, nasional, maupun global. (*)

Jurnalis : Totok Hidayat (MG-199)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Registration