Jum'at, 15 November 2019
Peristiwa - Daerah

Tiga Gunung di Banyuwangi Terbakar, 500 Hektar Hutan Konservasi Hangus

Tiga Gunung di Banyuwangi Terbakar, 500 Hektar Hutan Konservasi Hangus Kebakaran di wilayah hutan konservasi Gunung Ijen, Banyuwangi. (Foto: Agung Sedana/TIMES Indonesia)
Senin, 21 Oktober 2019 - 14:25

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Badai besar bercampur kobaran api, menjulang tinggi, membakar tiga gunung di Banyuwangi, Jawa Timur sekaligus. Api diketahui telah menghanguskan 500 hektar wilayah hutan konservasi dari Gunung Ranti, Taman Wisata Alam Kawah Ijen dan Gunung Merapi Ungup-ungup, Senin (21/10/2019).

"Ada dua titik api bersamaan di Gunung Ranti dan TWA Kawah Ijen. Kini menyebar ke hutan konservasi Merapi Ungup-ungup, menyebar ke dalam hutan dan berbahaya," kata Eka Muharram, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi.

Eka menjelaskan, cakupan yang terbakar sepanjang 2 kilometer dengan lebar 500 meter. Hal ini tentunya berpotensi semakin berbahaya apabila api membesar di wilayah konservasi Merapi Ungup-ungup. Karena angin yang besar saat ini, membuat bara api semakin mudah merambat.

"Jika angin semakin besar api akan merambat dari atas ke bawah lereng. Dan akan sulit dipadamkan," tambahnya.

kebakaran-hutan-b.jpg

Ketiga hutan di gunung itu, memiliki hutan kering. Banyak pepohonan tumbang dan mati akan sangat mudah terbakar. Karena hutan tersebut didominasi dengan ilalang dan pohon-pohon serta ranting kering yang mudah terbakar.

"Alternatifnya, penanganan kebakaran hutan itu dilakukan dengan cara mengisolir kebakaran agar tak merambat ke lokasi lain," katanya.

Saat ini, operasi pemadam kebakaran gabungan besar-besaran telah dikerahkan. Baik dari BPBD, TNI, Polri dan berbagai relawan bencana lainnya.

Sebelumnya, kebakaran hutan terjadi diwilayah Widodaren, sebelah Barat Daya pintu masuk ke jalur pendakian TWA Kawah Ijen, Minggu pagi (20/10/2019). Namun sejak sore, badai besar bercampur api, membuat kobaran semakin membesar. Potongan bara api melompat ke lahan yang belum terbakar, sehingga membentuk titik api baru. (*)

Jurnalis : Agung Sedana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration