Politik

Magnet PSI di Pilkada Surabaya 2020, 15 Orang Kembalikan Formulir Pendaftaran

Magnet PSI di Pilkada Surabaya 2020, 15 Orang Kembalikan Formulir Pendaftaran Pengembalian formulir pendaftaran Pilkada Surabaya 2020 di Kantor DPW PSI Jatim, Jalan Ketintang Selatan, Surabaya, Minggu (20/10/2019). (Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
Senin, 21 Oktober 2019 - 12:20

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Pada hari terakhir penutupan, sebanyak 15 dari 21 orang pendaftar telah mengembalikan formulir Bakal Calon Wali Kota (Bacawali) dan Bakal Calon Walik Wali Kota (bacawawali) Surabaya ke kantor DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Timur, Jalan Ketintang Selatan 3, Surabaya.  Ini menunjukkan bahwa partai anak muda tersebut diminati politisi untuk maju menjadi kepala daerah dalam Pilkada Surabaya 2020

Ketua DPW PSI Jatim Sobikin Amin menjelaskan, PSI lebih diminati para calon kepala daerah dibanding parpol lain, karena menetapkan aturan tanpa mahar bagi siapapun yang ingin maju dalam pilkada serentak, disamping menerapkan aturan lainnya.

"Salah satu motivasi kenapa kemudian lebih banyak di PSI, salah satunya adalah keterbukaan. Keterbukaan artinya konvensi ini bukan basa-basi, kemudian tanpa mahar,” kata Shobikin Amin setelah acara tasyakuran pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin di kantor DPW PSI Jatim. Minggu malam (20/10/2019).

Shobikin menambahkan, keterbukaan ini  artinya tiap pendaftar akan diuji publik, sehingga masyarakat umum dapat memberikan penilaian terhadap calon kepala daerah.

"Wawancaranya semuanya kita lakukan secara terbuka, online gitu. Semua orang bisa menyaksikan bisa memberikan penilaian kemudian nanti ada uji publik, dan masyarakat bisa menyampaikan berbagai hal terkait dengan track record dan seterusnya", ujarnya.

Bagi Gus Ali Azhara yang mendaftar cawali Surabaya melalui PSI, dia berpendapat bahwa partai ini menjunjung tinggi pluralisme serta mempunyai semangat anti korupsi dan anti intoleransi yang sesuai dengan ideologinya. Untuk itu, dirinya sangat percaya diri bakal mendapat rekomendasi dari ketua umum PSI untuk maju bersaing dengan cawali lainnya.

“Kenapa saya berani melanjutkan ke PSI, yaitu tadi. Saya ingin bangun pluralisme jangan sampai kemudian di Indonesia ini ternodai sebagaimana yang tidak kita inginkan, makanya salah satu alasan saya ingin ke PSI itu seperti itu", kata Gus Ali.

Selain mengusung ideologi merawat pluralisme, Gus Ali berpendapat bahwa PSI mempunyai modal yang cukup rasional untuk bersaing maupun berkolaborasi dengan parpol lainnya dalam pilkada Surabaya mendatang.

"Secara politik, kita secara rasional PSI punya kursi 4 dan sangat rasional sekali bahwa mungkin saya salah satunya ingin mendapatkan rekom dari PSI itu sendiri", lanjut Gus Ali terkait pendaftaran Bakal Calon Wali Kota Surabaya melalui PSI.(*)

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Surabaya

Komentar

Registration