Peristiwa - Nasional

PDI Perjuangan: Kalau Presiden Minum Segelas Temulawak, Menteri Harus Minum Dua Gelas

PDI Perjuangan: Kalau Presiden Minum Segelas Temulawak, Menteri Harus Minum Dua Gelas Acara tasyakuran atas dilantiknya Jokowi-KH Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. (FOTO: Hasbullah/TIMES Indonesia)
Senin, 21 Oktober 2019 - 11:22

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Usai pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, Jokowi - KH Ma'ruf Amin, selanjutnya publik menunggu pengumuman kabinet kerja jilid II. PDI Perjuangan memiliki pesan tersendiri mengenai kabinet.

Di hadapan ribuan kadernya dalam acara syukuran pelantikan Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengingatkan para pembantu presiden itu haruslah mereka yang siap bekerja keras. Bahkan melebih sang presiden sendiri.

Hasto menjelaskan, jabatan menteri bukanlah pegawai tinggi biasa. Namun merupakan tugas negara untuk membantu presiden melaksanakan tugas konsitusional maupun ideologisnya.

Dengan demikian, menjadi menteri bukanlah untuk mengibarkan bendera pencalonan presiden 2024. Sangat aneh jika seseorang baru jadi menteri namun sudah berpikir maju sebagai capres 2024. 

Kata Hasto, pihaknya sudah meminta kepada Presiden Jokowi agar calon menteri yang demikian jangan dimasukkan ke kabinet.

"Jadi calon menteri itu cita-citanya membangun negara, bukan membangun citra pribadi," kata Hasto yang disambut teriak gemuruh dari ribuan kader PDI Perjuangan yang hadir.

Hasto menambahkan, di periode kedua pemerintahannya, Jokowi membutuhkan menteri yang bekerja, memahami kondisi rakyat, memiliki pemahaman akan departemen yang dipimpinnya, dan integritas baik.

"Pak Jokowi itu kerja 24  jam. Jadi menterinya juga harus tahan banting. Kalau Pak Jokowi minum temulawak 1 gelas, menteri harus 2 gelas karena harus kerja lebih keras," katanya.

PDI Perjuangan pun mengajak seluruh rakyat Indonesia agar Jokowi bisa mencari pembantu yang terbaik. Pembantu presiden yang menjadikan jabatan bukan sebagai topeng untuk pamer, namun jabatan pengabdian bagi nusa bangsa.

Secara khusus, Hasto juga mengutip pesan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. "Ibu Megawati mengingatkan menteri harus ingat dia juga membawa nama baiknya, nama baik keluarganya. Jadi tak boleh lagi melakukan hal-hal yang melanggar aturan," ujar Hasto.

Pada kesempatan itu, Hasto juga menjelaskan bahwa ada lima pintu asal menteri di kabinet Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Yakni dari partai politik, kalangan profesional, aparatur sipil negara, kepala daerah, dan tokoh masyarakat.

"Lima pintu ini harus campur semua sesuai dengan semangat ke-Indonesiaan- yang berbeda-beda tetap satu juga," kata Hasto.

Yang jelas, PDI Perjuangan ingin para menteri kabinet kerja Jilid II Jokowi-KH Ma'ruf Amin harus mengakar dan memahami seluruh amanat rakyat, dan taat pada direction presiden.(*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration