Politik

HUT ke-55 Partai Golkar, DPD Golkar Banyuwangi Nyekar ke Makam Pahlawan

HUT ke-55 Partai Golkar, DPD Golkar Banyuwangi Nyekar ke Makam Pahlawan Perayaan HUT Partai Golkar ke-55 oleh DPD Golkar Banyuwangi. (Foto: Agung Sedana/ TIMES Indonesia)
Minggu, 20 Oktober 2019 - 22:43

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – DPD Partai Golkar Banyuwangi merayakan peringatan Hari Ulang Tahun ke-55 (HUT ke-55 Partai Golkar) dengan mengirim doa dan menabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Blambangan. Selain itu, partai yang identik dengan warna kuning berlambang pohon beringin tersebut, juga melakukan workshop pendidikan politik, Minggu (20/10/2019).

Acara nyekar dibarengi santunan anak yatim tersebut merupakan kegiatan tahunan Partai Golkar sebagai penghormatan, serta mengenang arwah para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

"Kita lakukan upacara tabur bunga di makam pahlawan. Selain kita mendoakan para pendahulu, kita juga berdoa agar ke depan, Partai Golkar semakin dewasa dan berjaya," kata Ruliyono, Ketua DPD Partai Golkar Banyuwangi.

Menurutnya, ada makna yang mendalam pada ritual nyekar tersebut. Di mana, sebagai generasi bangsa, sudah sepantasnya untuk tidak melupakan sejarah. Dalam sejarah terkandung unsur asal muasal sebuah pencapaian yang seperti saat ini.

Sebuah rentetan panjang yang harus dikenang, dijaga dan bila perlu dikisahkan kepada setiap generasi. Karena, sejarah bukan hanya sebuah cerita ataupun dongeng semata. Tak hanya dibaca atau didengarkan saja, tapi harus dipelajari dan dicermati, sebagai cermin agar masa depan lebih baik lagi.

"Partai Golkar tidak hanya mengukir story, melainkan history. Karena, Golkar satu-satunya partai yang berdiri sejak masa orde lama. Sejak masa Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno," katanya.

HUT-Golkar-Banyuwangi-2.jpg

Selain itu, dirinya juga menanamkan rasa cinta Tanah Air kepada setiap kader Golkar. Di mana, bersama saling bahu-membahu mengukir prestasi dan peduli terhadap Ibu Pertiwi. Mencetak generasi, yang lebih dari sekedar ekspetasi. Saling menghormati antargenerasi, mengedepankan visi misi, dan meletakkan gengsi. Semata-mata demi terwujudnya kemajuan Indonesia yang lebih hakiki.

"Di bawah Sang Saka kita berkarya, mewujudkan setiap cita-cita yang mulia. Mencermati setiap isu yang ada, memilah dan memilih untuk kemajuan masyarakat Indonesia," kata Ruliyono, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Banyuwangi itu.

Selain itu, Golkar juga menggelar acara workshop atau lebih mirip sebagai ajang sayembara untuk mencari sosok pemimpin Banyuwangi di masa mendatang. Dengan tema "Menakar kualitas pemimpin, dalam upaya menjawab harapan masyarakat, demi terawatnya persatuan dan kesatuan bangsa di Kabupaten Banyuwangi".

Pada Pilbub Banyuwangi 2020 mendatang, partai Pohon Beringin ini bakal mengusung calonnya sendiri. Tentunya, sayembara ini tidak mudah, lanjut Ruliyono, calon haruslah visioner. Yakni, mampu menjawab segala tantangan pada iklim politik saat ini.

"Calon harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi saat ini, sehingga mampu menciptakan peraturan serta kebijakan yang dapat memajukan semua sektor di Banyuwangi," katanya.

Namun, hal ini masih menunggu keputusan dari DPP pusat. Di mana, untuk mewujudkan hal tersebut, Golkar haruslah berkoalisi dengan partai lain. Dalam hal ini, partai yang dimaksud Ruliyono, yakni Partai Demokrat.

Diketahui, berdasarkan hasil pemilu kemarin, partai Golkar dan Demokrat tidak bisa mengusung calonnya sendiri untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Bupati Banyuwangi mendatang. Sebab itu, keduanya hendak melakukan koalisi yang kabarnya saat ini sudah santer diperbincangkan khalayak Bumi Blambangan.

"Sementara ini, untuk calon yang sudah membina komunikasi dengan kami ada tiga orang. Pertama adalah Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, kedua adalah Direktur RSUD Al-Huda Genteng dan terakhir masih belum bisa disebutkan, maklum masih malu-malu," kata Ketua Partai Golkar Banyuwangi ini usai peringatan HUT ke-55 Partai Golkar. (*)

Jurnalis : Agung Sedana
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration