Jum'at, 15 November 2019
Peristiwa - Daerah

Sempat Diguyur Hujan, Hotspot Karhutla di OKI Masih Tinggi

Sempat Diguyur Hujan, Hotspot Karhutla di OKI Masih Tinggi Tim Satgas Karhutla berjibaku memadamkan Karhutla (Foto: Subsatgas OKI)
Minggu, 20 Oktober 2019 - 18:55

TIMESINDONESIA, KAYUAGUNG – Dari hasil pemantauan karhutla oleh satelit Lapan jumlah hotspot yang ada di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih terlihat banyak sebarannya.

Dampak hujan yang turun, dari hasil semaian dari tim TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) memang memberikan dampak yang besar terhadap hot spot (titik api) yang ada di wilayah mayoritas rawa gambut ini.

Akan tetapi apabila hujan tidak turun berkepanjangan dan secara terus menerus maka hotspot yang berupa bara api di dalam permukaan gambut yang belum benar-benar terbasahi habis oleh air ataupun hujan maka dapat menimbulkan asap kembali dan bahkan apabila terkena sinar matahari yang terik dan hembusan angin yang kencang dampak ini menimbulkan asap serta api yang timbul ke atas permukaaan tanah.

Beberapa daerah di wilayah OKI masih terdapat titik api yang timbul seperti di Desa Sungai Bungin, Pangkalam Lampam,berupa lahan kosong seluas +/- 3 Ha.

Selain itu di Areal PT. Tempirai di Desa Cinta Jaya, Pancawarna Kec. Pedamaran Kab. OKI berbatasan dengan Desa Jungkal Kec. Pampangan berupa lahan sekitar -/+ 5 Ha, 

Kemudian lahan areal PT Gading Cempaka Kec. Kayuagung Kab. OKI sekitar -/+ 4 Ha, lahan di Desa Pulu Beruang, Petaling, Sakaian Kec. Tulung Selapan Ilir Kab. OKI yang merupakan Lahan Plasma Sawit dan gelam milik masyarakat dan berbatasan dengan PT RAS, PT Yudha dan PT DGS dengan luas sekitar - / + 4 Ha.

Kesemuanya daerah tersebut masih memerlukan penanganan yang serius dan di bawah kendali Dansubsatgas OKI Letko Inf. Riyandi.

Setiap harinya Satgas darat karhutla gabungan yang terdiri dari TNI - Polri,Manggala Agni, BPBD, RPK setempat dan masyarakat sekitar bahu membahu untuk mematikan sumber api dan asap yang timbul dari dampak karhutla ini.

Di samping itu Satgas udara juga tidak kalah sibuknya hilir mudik dengan helikopter Water Bombingnya yang selalu mangambil air dan menyiramkannya ke lokasi yang ada api dan asap ini.

Dari hasil pengamatan langsung di lapangan dan keterangan dari Dansubsatgas Darat wilayah OKI Letkol. Inf. Riyandi menerangkan ada juga daerah yang rawan karhutla ini memerlukan penanganan berupa pembasahan lahan/titik api yang sampai berhari hari. "Yang mana itu semua dampak dari rambatan api yang menjalar di bawah permukaan gambut serta kurangnya sumber air yang ada di lokasi kebakaran tersebut," ungkapnya dalam rilisnya, Minggu (20/10/2019). (*)

Jurnalis : Fathur Rochman
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Palembang

Komentar

Registration