Selasa, 12 November 2019
Peristiwa - Daerah

UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Gelar Sosialisasi di Sofifi

UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Gelar Sosialisasi di Sofifi Foto bersama dengan pemenang quiz (Foto: Disarpus Malut)
Jum'at, 18 Oktober 2019 - 22:04

TIMESINDONESIA, MALUKU UTARA – Sebanyak 300 pelajar, mahasiswa, penggiat literasi dan ASN Provinsi Maluku Utara ikut ambil bagian dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno di Sofifi, Provinsi Maluku Utara, Kamis (17/10/2019).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Prov Maluku Utara Rahwan K Suamba menghadirkan tiga pembicara yakni Kepala UPT Perpustakaan Proklmator Bung Karno Janti Sukamarini, Akademisi Unkhair Ternate Rudi S Tawary dan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan provinsi Maluku Utara Rahwan K Suamba.

Disarpus-Malut-2.jpg

Rahwan menjelaskan, kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan hari ini merupakan kegiatan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Blitar, Jawa Timur yang difasilitasi oleh Dinas Kearispan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara.

"Kegiatan Sosialisasi merupakan kegiatan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno yang dillfasilitasi oleh Disarpus Maluku Utara."kata Rahwan.

Sementara itu, narasumber UPT pepustakaan Proklamator Bung Karno Janti menjelaskan, tujuan dilaksanakan sosialisasi ini agar semua generasi muda Indonesia memahami ide perjuangan mempersatukan Indonesia yang telah dibangun oleh Presiden Republik Indonesia pertama Ir. Soekarno.

Lanjut Janti, untuk Perpustakaan Proklamator Bung Karno saat ini memiliki koleksi buku sebanyak 21 juta dan memiliki koleksi lengkap termasuk buku tentang Bung Karno maupun benda peninggalan Bung Karno.

Sementara,  Akademisi Unkhair Ternate Rudi S Tawary dalam materinya menyebut nama Indonesia adalah sebuah statemen politik untuk mengikat aneka ragam suku di semua daerah agar menjaga identitas bersama yang disebut Indonesia.

Menurut Rudi, jika saat itu negara disebut sebagai negara Jawa maka pasti hanya orang Jawa saja yang mengakui sebagai negaranya dan orang Maluku Utara pasti menolaknya atau sebaliknya sehinga dibangunlah sebuah kata tunggal yang diberi nama Indonesia

Sementara Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan provinsi Maluku Utara dalam materi menjelaskan, upaya membangun mental nasionalisme generasi muda Maluku Utara,  Dinas Arpus memperkaya koleksi puluhan ribu buku bacaan dalam mendukung penguatan Sumber Daya Manusia yang berkualitas.

Kegiatan juga diwarnai dengan rebutan mic ratusan pelajar untuk menjawab kuiz yang diberikan oleh kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno. (*)

Jurnalis : Wahyudi Yahya
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration