Wisata

Yaa Qowiyyu, Perayaan Empat Abad Sebaran Apem di Jatinom Klaten

Yaa Qowiyyu, Perayaan Empat Abad Sebaran Apem di Jatinom Klaten Ribuan warga memadati lapangan Sendang Klampeyan, Klaten pada perayaan empat abad sebaran apem. (Foto: Biduk Rokhmani/TIMESIndonesia)
Jum'at, 18 Oktober 2019 - 19:46

TIMESINDONESIA, KLATEN – Ribuan orang memadati lapangan Sendang Klampeyan Jatinom, Kabupaten Klaten untuk merayakan tradisi budaya Yaa Qowiyyu atau lebih dikenal dengan sebaran apem, Jumat (18/10/2019). Tahun ini tepat empat abad perayaan yang oleh masyarakat setempat disebut Saparan itu.

Acara yang dilaksanakan setelah salat Jumat itu dibuka Bupati Klaten Hj Sri Mulyani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan secara simbolis menyebarkan apem ke tengah-tengah ribuan pengunjung.

Yaa-Qowiyyu-2.jpg

"Alhamdulillah, tahun ini perayaan Ya Qowiyyu sudah memasuki abad ke-4. Berarti memang tradisi ini sudah lumayan tua. Dan saya selalu menantikan perayaan ini setiap tahun," ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketika memberi sambutan.

Yaa Qowiyyu (Tuhan Yang Maha Kuat) merupakan tradisi budaya yang kali pertama diajarkan oleh Kyai Ageng Gribig 400 tahun lalu. Kiai Ageng Gribig merupakan penyebar agama Islam di wilayah Jatinom dan sekitarnya.

Awalnya, sang kiai pulang dari Mekah setelah menunaikan ibadah haji hendak membagikan oleh-oleh dari tanah suci. Namun tak disangka, para tetangga dan kerabat yang datang begitu banyak hingga sang kiai berinisiatif membuat kue apem dalam jumlah yang banyak agar semua orang kebagian.

Yaa-Qowiyyu-3.jpg

Setelahnya kue itu dibagikan dengan cara menyebarkannya kepada sekumpulan orang. Maka lantas tradisi itu dikenal sebagai sebaran apem.

Yaa Qowiyyu merupakan penggalan doa yang dilantunkan Kiai Ageng Gribig ketika membagi-bagikan kue apem, "Yaa qowiyyu yaa aziz qowina wal muslimin, yaa qowiyu warsugna wal muslimin (Ya Tuhan berikanlah kekuatan kepada kami segenap kaum muslimin”.

Pada perayaan Yaa Qowiyyu atau sebaran apem di Sendang Klampeyan Jatinom, Kabupaten Klaten ada sekitar 6 ton apem dibagikan. Kue apem tersebut merupakan sedekah dari warga Jatinom dan sekitarnya. (*)

Jurnalis : Biduk Rokhmani (MG-212)
Editor : Yupi Apridayani
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration