Selasa, 19 November 2019
Peristiwa - Nasional

Jelang Pelantikan Presiden, Anggia Ermarini: Demo Boleh, Asal Elegan dan Tidak Anarkis

Jelang Pelantikan Presiden, Anggia Ermarini: Demo Boleh, Asal Elegan dan Tidak Anarkis Anggota DPR RI Fraksi PKB, Anggia Ermarini. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 18 Oktober 2019 - 17:12

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi PKB, Anggia Ermarini menghargai sikap kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan negara, dengan mengambil langkah diskresi demi mencegah demonstrasi saat pelantikan Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Sikap ini berbeda dengan pendapat Jokowi yang mengijinkan demo saat pelantikan presiden

Menurut legislator asal Dapil Jatim  VI ini, jika memang memang tidak membahayakan, momen pelantikan presiden 20 Oktober mendatang, hak asasi masyarakat untuk menyatakan pendapat di muka umum tidak perlu dibatasi. "Biarkan saja karena kita jangan membatasi hak asasi masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum yang dijamin dalam ketentuan  UUD 1945 Pasal 28," ucap Anggia. 

Bagi perempuan yang juga Ketua Umum Fatayat NU itu, Pasal 28 dalam Konstitusi telah menegaskan jaminan hak asasi tersebut. "Yakni, kemerdekaan berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang," urai dia.

Pihak yang akan berdemonstrasi juga harus paham penyampaian pendapat dilakukan dengan cara-cara elegan, tidak anarkis, serta terkendali agar tidak mengganggu hak dan kenyamanan orang lain. Jadi, Anggia setuju pihak kepolisian harus punya radar yang jitu untuk bisa tetap mengontrol gerakan demo atau aksi apapun demi kelancaran pelantikan Presiden.

Sebagaimana diketahui, Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan surat tanda terima pemberitahuan (STTP) demonstrasi. Anggia melihat kepolisian pasti punya alasan yang kuat dalam melihat situasi saat ini. 

"Kita cukup menghargai kerja keras mereka dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Marilah sama–sama kita kawal pelantikan Presiden Jokowi-KH Ma’ruf Amin agar berjalan aman dan lancar," ujarnya.

"Perbedaan pendapat boleh, tetapi harus disampaikan dengan cara-cara yang tidak frontal karena pelantikan presiden ini akan disaksikan oleh tamu dari berbagai negara. Karena itu tunjukkan pada dunia bahwa kita adalah warga negara yang taat aturan." tandas Anggia Ermarini(*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration