Pemerintahan

ATF Beri Waranugraha Among Desa untuk Desa Terbaik di Kota Batu

ATF Beri Waranugraha Among Desa untuk Desa Terbaik di Kota Batu ATF saat memberikan penjelasan pemberian Penghargaan Waranugraha Among Desa yang akan diserahkan pada puncak peringatan HUT Kota Batu ke 18, besok malam (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia) 
Rabu, 16 Oktober 2019 - 16:09

TIMESINDONESIA, BATU – Trofi bergilir Waranugraha Among Desa siap diboyong pulang ke desanya masing-masing. Piala itu diberikan oleh Among Tani Foundation (ATF) sebagai bentuk penghargaan untuk desa terbaik di Kota Batu

Penghargaan tersebut akan diberikan kepada desa yang berdaya di bidang wisata, berdaya di bidang pertanian, berdaya di bidang lingkungan, berdaya di bidang UMKM, dan berdaya di bidang seni budaya. 

Tidak hanya itu, ATF juga memberikan penghargaan kepada kelurahan yang dinilai berdaya di bidang wisata dan kelurahan berdaya di bidang lingkungan. Penghargaan itu akan diumumkan dalam puncak peringatan Hari Jadi ke-18 Kota Batu, Kamis (17/10/2019) malam. 

ATF.jpg

Diam-diam ATF melakukan penilaian terhadap 19 desa dan lima kelurahan yang ada di Kota Batu untuk menentukan mana desa yang terbaik dalam bidang kewilayahan, bidang pemerintahan dan bidang kemasyarakatan. 

"Wananugraha hadir untuk memacu desa lebih mandiri, tujuannya untuk menerjemahkan visi misi Kota Batu Desa Berdaya Kota Berjaya," kata Ketua Panitia Pelaksana, Ferry Ramdhany Zenal. 

Penghargaan diberikan berdasarkan survei lapangan, visiting, dan presentasi yang dilakukan oleh ATF bekerja sama dengan Pusat Studi Kewilayahan dan Penanggulangan Bencana (PusKa-PB) yang dilaksanakan sejak tanggal 27 September 2019 hingga bulan Oktober 2019. 

Ia mengatakan bahwa kegiatan ini seluruhnya ditanggung oleh ATF tanpa menggunakan anggaran pemerintah atau APBD Kota Batu. Lewat kegiatan ini diharapkan bisa memotivasi desa, kelurahan serta masyarakat untuk mengembangkan wilayahnya. 

D itempat yang sama, Sekretaris PusKA-PB UMM, Yana S Hijri mengatakan ada empat desa dan dua kelurahan yang nanti disebut terbaik. Termasuk didalamnya satu desa/kelurahan yang menjadi juara umum. 

Disamping desa/kelurahan terbaik, ATF juga memberikan penghargaan untuk dua tokoh masyarakat berdaya di bidang lingkungan dan tokoh masyarakat di bidang seni budaya. 

Serta tiga kelompok masyarakat yang berdaya di bidang wisata, kelompok masyarakat di bidang lingkungan dan kelompok masyarakat berdaya di bidang pertanian. 

"Kesimpulan kita saat melaksanakan penilaian, desa-desa di Kota Batu cepat berkembang dari sisi kewilayahan. Dari survei yang kita laksanakan sebagian besar poinnya diatas 400," ujar Yana. 

Hanya tiga desa yang poinnya di bawah 400, itu pun menurut Yana, bukan menjadi indikator desa ini tidak berkembang karena penilaian yang dilakukan berdasarkan proposional.

Desa-desa di Kota Batu mengelola anggaran yang sangat besar per tahun-nya, paling kecil Rp 4 miliar hingga Rp 10 miliar.

"Pencapaian desa kelurahan luar biasa, namun Pemkot Batu tidak bisa bekerja sendiri, harus ada pendampingan, seperti yang dilakukan ATF ini," kata Yana. 

Tidak hanya memberikan penghargaan untuk desa terbaik di Kota BatuATF dan UMM akan memberikan evaluasi terhadap desa yang perolehan poin-nya rendah, sekaligus rekomendasi penanganannya. (*)

Jurnalis : Muhammad Dhani Rahman
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Batu

Komentar

Registration