Selasa, 19 November 2019
Peristiwa - Daerah

Dinas Pangan Malut Gelar Bimtek Agribisnis

Dinas Pangan Malut Gelar Bimtek Agribisnis Suasana Pembukaan Bimtek Agribisnis. (Foto: Wahyudi Yahya/TIMES Indonesia)
Selasa, 15 Oktober 2019 - 23:31

TIMESINDONESIA, MALUKU UTARA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) saat ini tengah serius menyikapi persoalan anjloknya harga kopra yang berimbas pada petani kopra di Maluku Utara. Menjawab persoalan itu, Dinas Pangan menggelar Bimtek Agribisnis kepada KWT (Kelompok Wanita Tani) yang akan diberikan bantuan berupa peralatan dan mesin pengolahan minyak kelapa.

Bimtek dengan tema "Ciptakan Kemandirian Pangan Menuju Maluku Utara Sejahtera 2024", ini dilaksanakan di ruang rapat Dinas Pangan, Jalan Kilo Meter 40 Sofifi, Selasa (15/10/2019).

Sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Idham Umasangaji mengatakan sektor pertanian umumnya dan pangan khususnya merupakan sektor unggulan utama yang harus dikembangkan oleh pemerintah daerah  Maluku Utara.

Hal ini didasarkan pada sejumlah pertimbangan, yakni; Pertama, Maluku Utara mempunyai potensi alam yang dapat dikembangkan sebagai lahan dan menghasilkan produksi pertanian/pangan; Kedua, sebagaian besar penduduk tinggal di pedesaan yang mata pencahariannya di sektor pertanian. 

Ketiga, perlunya induksi teknologi tinggi dan ilmu pengetahuan yang dirancang untuk mengembangkan potensi Pangan lokal Maluku Utara, diantaranya kakao/coklat, pala, dan cengkeh serta buah kelapa tanpa mengakibatkan kerusakan.

Keempat, tersedianya tenaga kerja sektor pertanian/pangan yang cukup melimpah. Kelima, ancaman kekurangan bahan pangan yang dapat dipenuhi sendiri dari produk dalam daerah, sehingga tidak harus tergantung pada produk-produk pertanian dari luar daerah dan luar negeri yang harganya menjadi semakin mahal.

Menurutnya, Kelompok Wanita Tani (KWT) yang telah dibentuk dan dibina oleh Dinas Pangan Provinsi Makuku Utara ini, memiliki makna strategis, pada dua konteks manfaat dalam jangka pendek dan jangka panjang yaitu; pertama, sebagai upaya menjadikan KWT sebagai wadah atau wahana untuk mewujudkan lembaga mikro ekonomi dan diharapkan ke depannya menjadi lembaga makro ekonomi, dengan membentuk dan membina kelompok lain, sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh semua anggota kelompok dan mampu mandiri dengan kekuatan dan kekompakan.

Kedua, mencapai keberfungsian masyarakat, dimana dalam kelompok akan ada interaksi, komunikasi, informasi dan edukasi, sehingga terciptanya kebersamaan, yang diharapkan bermanfaat bagi anggota kelompok dan masyarakat disekitarnya.  

"Kegiatan Bimbingan  Teknis Agribisnis dan Agro Industri yang dilaksanakan hari ini, merupakan kegiatan penting, untuk meningkatkan kapastitas dan kualitas sumber daya manusia yang mampu dan handal memanfaatkan mekanisasi pangan demi menghasilkan kualitas pruduksi dan produk pangan lokal yang unggul," tutupnya 

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pangan Saleh A Gani mengatakan, Kegiatan yang dibuka oleh staf ahli bidang hukum, politik dan pemerintahan Provinsi Maluku Utara Idham Umasangaji ini bertujuan untuk 1). Meningkatkan kemampuan petani wanita dalam menggunakan mekanisasi pangan, 2). Menyusun dokumen perencanaan agribisnis dan agro indsutri kelapa, 3). Meningkatkan pengetahuan tentang agribisnis industri kelapa. 

Bimtek-Agribisnis-c.jpg

"Untuk memberi pengetahuan agar ibu-ibu bisa memanfaatkan buah kelapa yang sekarang ini lagi bergejolak harga kopra, karena sekarang harganya tidak pernah stabil dan cenderung menurun makanya bimbingan ini supaya mereka bisa menghasilkan minyak kelapa yang berkualitas dengan teknologi yang lebih efisien karena tidak menggunakan lagi kayu bakar tetapi dengan menggunakan listrik," ungkap Plt Kepala Dinas Pangan Saleh A Gani disela-sela acara,

Saleh mengatakan, tidak hanya minyak kelapa, produk turunan lain seperti sabun fresh, briket tempurung kelapa dan produk lainnya akan dijekaskan kepada kelompok wanita tani (KWT) yang hadir pada Bimtek tersebut. 

Saleh berharap, para anggota KWT yang berjumlah 60 orang dan 10 orang Petugas Pendamping Penyuluh Lapangan (PPL) dapat mengikuti acara tersebut secara maksimal. "Semoga dari kegiatan ini ibu-ibu KWT bisa kembali dan memanfaatkan apa yang ilmu yang telah yang telah mereka dapatkan di sini, bisa diterapkan," ungkapnya.

Kegiatan  ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari yakni dari tanggal 15 oktober 2019  s/d 16 Oktober 2019, dengan menghadirkan narasumber yang berasal dari Dinas Pangan Prov Malut, Dinas Pertanian Prov Malut, Dinas Perindag Prov Malut, Dinas Koperasi dan UKM Prov Malut, Staf Khusus Gubernur Maluku Utara, Sahrin Hamid SH, Tim Pengkajian Industri.

Sementara, Staf Ahli Idham Umasangaji dalam sambutannya mengapresiasi panitia pelaksana Bimtek Agribisnis, mengingat untuk menghasilkan sebuah produk yang berkualitas, harus dibutuhkan profesionalisme.

"Melalui pelatihan ini saya harapkan kita tidak hanya bergantung pada minyak curah, karena saat ini juga minyak curah sudah mulai dibatasi oleh pemerintah pusat. Untuk itu, ini peluang untuk kita ciptakan produk yang berkualitas," ungkapnya,

Pantauan Reporter Times Indonesia, usai acara pembukaan, dilangsungkan penyerahan secara simbolis bantuan peralatan pengolahan minyak kelapa kepada KWT.

Tampak hadir pada pembukaan Bimtek Agribisnis ini Staf Ahli Gubernur Malut Bidang Hukum Politik, dan Pemerintahan Idham Umasangaji, Plt Kepala Dinas Pangan Saleh A Gani, Plt Kadis Koperasi dan UKM, Plh Kadis Perindag, Staf Khusus Gubernur Sahrin Hamid, dan peserta perwakilan 10 KWT. (*)

Jurnalis : Wahyudi Yahya
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

Komentar

Registration