Selasa, 19 November 2019
Ekonomi

Ingat, Program Sertifikat Tanah PTSL Hanya Sebesar 150 Ribu Saja

Ingat, Program Sertifikat Tanah PTSL Hanya Sebesar 150 Ribu Saja Sertifikat tanah program PTSL. (Foto: Istimewa)
Selasa, 15 Oktober 2019 - 17:02

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Berdasarkan data yang dihimpun TIMES Indonesia dari Badan Pertanahan Banyuwangi (BPN) pada tahun 2019 ini, biaya pembuatan sertifikat tanah melalui program Pendaftar Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), hanya bermahar Rp 150 ribu saja, Selasa (15/10/2019).

"Untuk biaya PTSL hanya sebesar Rp 150 ribu saja. Pemerintah desa tidak boleh menarik biaya lebih dari yang ditetapkan dalam Undang-undang,” kata Kepala Sub Seksi Penetapan Hak Tanah BPN Banyuwangi, Amirul Mukmin.

Dalam tahun ini, kata Mukmin, sebanyak 50.500 sertifikat tanah program PTSL akan diterbitkan oleh Badan Pertanahan Banyuwangi (BPN). Sedangkan pada Tahun 2020 mendatang, BPN mendapat tambahan kuota untuk program PTSL yang jumlahnya mencapai 58 ribu sertifikat.

"Pemerintah Desa harus siap. Jangan sampai ketika Desa mengajukan program sertifikat tanah, ternyata belum siap, terkait daftar nominatif dan peta kerja," katanya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banyuwangi Bagus mewanti-wanti agar Kades atau Pokmas yang ditunjuk untuk melakukan pendataan PTSL tidak memungut biaya lebih dari ketentuan. Sebab, hal tersebut beresiko hukum di kemudian hari.

“Tahun 2019 ini ada belasan perkara tentang PTSL yang dilaporkan ke Kejaksaan. Rata-rata terkait penarikan harga yang kemahalan,” katanya.

Sementara ini, dari seluruh perkara PTSL yang diadukan ke Kejaksaan baru satu yang ditangani oleh Pidsus untuk dilakukan penyelidikan. Untuk perkara lainnya, saat ini masih dalam pemeriksaan Inspektorat Pemkab Banyuwangi.

“Seluruh perkara sertifikat PTSL di Banyuwangi tersebut dilarikan ke Inspektorat, karena masih tahun berjalan. Karena belum tutup tahun, maka harus dilakukan pemeriksaan internal terlebih dahulu,” tutupnya. (*)

Jurnalis : Agung Sedana
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration